M-RADARNEWS.COM, JATIM – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 24 Mei 2026 se-Sidoarjo, calon kepala desa (cakades) nomor urut 2, Achmad Choiron, memanfaatkan malam terakhir masa kampanye pada 19 Mei 2026, untuk menggelar kegiatan istighotsah dan doa bersama di Desa Siwalanpanji. Agenda tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar agar pelaksanaan Pilkades berjalan kondusif, aman, dan damai.

Dalam kesempatan itu, Achmad Choiron menjelaskan, bahwa istighotsah merupakan rangkaian doa bersama masyarakat sebagai persiapan spiritual menjelang pesta demokrasi desa.

“Kegiatan istighotsah ini adalah rangkaian doa bersama masyarakat Siwalanpanji. Tujuannya memohon hidayah dan berkah agar Pilkades berjalan baik, sukses, dan masyarakat dapat berdemokrasi dengan bahagia dan riang gembira. Istighotsah juga menjadi pintu awal agar kita tidak melupakan Allah SWT dalam setiap langkah dan harapan. Semoga membawa kesejukan batin bagi para calon, termasuk saya sendiri,” jelasnya.

Achmad Choiron menegaskan komitmennya untuk melanjutkan visi-misi berkelanjutan jika kembali diberi kepercayaan memimpin Desa Siwalanpanji. “Jika terpilih, saya akan melanjutkan visi-misi sebelumnya dengan sejumlah penyempurnaan baru demi membawa perubahan yang lebih baik bagi desa,” ujarnya.

Ia juga menekankan fokus pada pengelolaan APBDes yang bermanfaat dan berkeadilan bagi seluruh warga. “Masyarakat Siwalanpanji harus terlayani lebih baik. Hak-hak layanan publik akan kami optimalkan, termasuk sarana dan prasarana infrastruktur yang lebih sempurna. Kita juga menyiapkan generasi 10 tahun mendatang, adik-adik yang hari ini tengah tumbuh menuju dewasa,” terang Achmad Choiron.

Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan tim relawan, simpatisan, serta seluruh warga untuk tetap menjaga suasana desa agar tetap sejuk dan santun selama proses Pilkades.

“Saya tekankan kepada tim agar menyampaikan pesan yang sejuk, santun, dan meneduhkan. Masyarakat Siwalanpanji sudah dewasa dalam berdemokrasi. Antusiasme itu wajar, tetapi perbedaan pilihan harus tetap diterima sebagai hal yang lumrah,” ungkapnya.

Ia turut berpesan agar kultur religius, kearifan lokal, dan keamanan desa tetap dijaga. “Mari kita jaga kultur religius dan kearifan lokal. Harapan saya, situasi kondusif di Siwalanpanji tetap terjaga meskipun ada Pilkades. Siwalanpanji adalah yang terbaik, dan semoga tetap demikian selamanya,” imbuhnya.

Achmad Choiron juga kembali menegaskan pentingnya istighotsah sebagai bagian dari permohonan keberkahan sebelum Pilkades. “Istighotsah dan doa bersama adalah bentuk permohonan kita kepada Allah SWT agar Pilkades diberi keberkahan, kelancaran, dan kesejukan batin,” ucapnya.

Ia menutup pernyataan dengan mengajak masyarakat untuk menjaga kedamaian dan kedewasaan dalam menyongsong Pilkades. “Mari kita sukseskan Pilkades dengan damai, berlandaskan doa, visi-misi yang jelas, serta sikap masyarakat yang dewasa dalam menjaga keharmonisan,” pungkasnya. (znr)

Spread the love