Bupati Klaten Sidak Dugaan Keracunan MBG, SPPG Sorogaten Ditutup Sementara

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo melakukan peninjauan langsung atas laporan dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai menerima konsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulung, Rabu (29/04/2026). Foto: dok/hum.

M-RADARNEWS.COM, JATENG – Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo melakukan peninjauan langsung atas laporan dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai menerima konsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulung, Rabu (29/04/2026). Pemeriksaan dimulai di Puskesmas Majegan dan berlanjut ke SPPG Sorogaten, guna memastikan kondisi di lapangan serta menelusuri awal kejadian.

Usai pengecekan, Bupati Hamenang mengungkapkan, bahwa jumlah siswa bergejala terus bertambah. Namun, penyebab pasti belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil uji laboratorium.

“Awalnya sekitar enam siswa yang dilaporkan. Namun setelah kami cek, jumlahnya bertambah menjadi belasan. Di PKU Jatinom juga ada beberapa siswa dengan gejala serupa, seperti lemas, pusing, dan diare. Apakah ini benar keracunan atau tidak, kita menunggu hasil laboratorium. Hasilnya diperkirakan keluar dalam lima sampai tujuh hari,” terangnya.

Saat meninjau SPPG Sorogaten, Bupati Hamenang menemukan berbagai pelanggaran SOP. Fasilitas pendingin (cool storage) tidak berfungsi maksimal, gudang bahan kering tanpa pendingin ruangan, serta fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar.

“Karena temuan tersebut, kami menutup sementara SPPG Sorogaten selama tiga hari untuk dilakukan pembenahan sembari menunggu hasil laboratorium,” tegasnya.

Ia menekankan, bahwa pengelolaan SPPG harus ditingkatkan agar insiden serupa tidak terulang. Menurutnya, Program MBG merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas generasi muda sehingga harus dikelola secara disiplin.

“Ini peringatan bagi seluruh pengelola SPPG untuk lebih taat SOP. Program MBG sangat baik bagi tumbuh kembang anak, jadi jangan sampai menimbulkan masalah,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, memastikan seluruh siswa terdampak mendapat penanganan medis di puskesmas maupun rumah sakit. Sementara itu, pihak SPPG turut diminta bertanggung jawab selama proses penanganan.

“Penanganan medis terus berjalan. Tanggung jawab SPPG juga kami dorong. Statusnya masih dugaan, karena kita menunggu hasil laboratorium,” pungkas Bupati Hamenang.

Pemkab Klaten menegaskan, bahwa kejadian ini akan menjadi evaluasi penting untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh SPPG, termasuk penerapan standar kebersihan, penyimpanan, dan distribusi makanan.

Penguatan pengawasan tersebut diharapkan mampu memastikan Program MBG berjalan aman, serta tetap berperan dalam meningkatkan kesehatan dan pemenuhan gizi pelajar di seluruh wilayah Klaten. (dn/hm)

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup