Kontroversi Pencabutan Sanksi Folarin Balogun: UEFA Kecam Keputusan FIFA

Kontroversi Pencabutan Sanksi Folarin Balogun: UEFA Kecam Keputusan FIFA

M-Radar News, Perselisihan antara FIFA dan UEFA memanas setelah badan sepak bola dunia memutuskan untuk menangguhkan larangan bermain striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia, Senin (6/7) waktu setempat. Keputusan ini dinilai UEFA sebagai langkah yang tidak bisa dibenarkan dan merusak integritas pertandingan.

Folarin Balogun mendapat kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina pada laga terakhir fase grup, Rabu (1/7). Wasit memberikan kartu merah langsung setelah tekel keras yang dilakukannya. Aturan standar FIFA menyatakan bahwa pemain yang mendapat kartu merah otomatis harus menjalani larangan satu pertandingan.

Namun, FIFA secara mengejutkan memutuskan untuk menangguhkan hukuman tersebut dengan masa percobaan satu tahun. Artinya, Balogun tetap bisa bermain melawan Belgia. Keputusan ini diumumkan pada Minggu (5/7) dan langsung menuai protes keras dari berbagai pihak, terutama dari Belgia dan UEFA.

UEFA, dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (6/7), menyebut keputusan FIFA sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak bisa dipahami, dan tidak bisa dibenarkan. “Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin oleh para penjaganya, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi dirusak,” tulis UEFA dalam pernyataannya.

UEFA juga menegaskan bahwa keputusan FIFA telah melewati batas merah. “Kami menyatakan ketidakpercayaan atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak bisa dipahami, dan tidak bisa dibenarkan ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Kontroversi ini semakin panas setelah terungkap bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan kembali kartu merah Balogun. Intervensi langsung dari kepala negara tuan rumah Piala Dunia ini memicu kecaman luas.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menyamakan keputusan ini dengan lelucon April Mop. Sementara itu, legenda sepak bola Inggris Wayne Rooney menyebut pembatalan larangan tersebut sebagai aib mutlak. Mantan Presiden UEFA Michel Platini juga mengecam keras keputusan FIFA.

Namun, di kubu Amerika Serikat, keputusan ini disambut lega. Striker Christian Pulisic membela rekannya dan menegaskan bahwa Balogun tidak punya niat untuk melukai lawan. “Jika Anda melihat kembali pelanggaran itu, tidak ada niat untuk menyebabkan cedera. Saya telah melihat tekel yang jauh lebih buruk di Piala Dunia ini. Kartu merah itu sangat keras,” kata Pulisic kepada Gazzetta dello Sport.

Pulisic juga menambahkan bahwa timnya tidak mau terlibat dalam kontroversi dan memilih bersikap profesional. “Kami tidak berada di sini untuk mengeluh atau membuat kontroversi; kami mencoba bertindak profesional, dan saya pikir ketika Anda melakukan itu, hal-hal baik pada akhirnya akan terjadi,” ujarnya.

Ia pun bersyukur karena Balogun bisa bermain. “Yang terpenting sekarang adalah Flo bisa berada di lapangan. Dia selalu menawarkan solusi, membuat segalanya lebih sederhana,” kata Pulisic.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Belgia telah mengajukan banding atas keputusan FIFA. Belgia mengaku sangat kecewa dan menganggap proses hukum yang berlangsung tidak dilakukan dengan itikad baik. Dalam pernyataannya, Belgia menyoroti kurangnya transparansi dalam pengambilan keputusan.

Pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, yang timnya berhasil lolos ke perempat final, juga mengkritik keras keputusan ini. “Ini adalah keputusan yang buruk, buruk, buruk, buruk, buruk dan akan merusak Piala Dunia,” ujarnya usai timnya mengalahkan Brasil.

Keputusan FIFA ini dinilai menyimpang dari tradisi hukum sepak bola dan menuai kritik tajam dari berbagai mantan bintang Piala Dunia dan pelatih yang hadir di turnamen ini. FIFA sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas kecaman UEFA dan pihak lainnya.

Pertandingan antara Amerika Serikat dan Belgia dijadwalkan berlangsung di Seattle pada Senin malam waktu setempat. Dengan keputusan ini, Balogun dipastikan akan memperkuat lini depan AS yang tengah berusaha melaju ke perempat final untuk pertama kalinya dalam beberapa edisi terakhir.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup