Respons Didier Deschamps soal Kinerja Wasit: Lawan Kami Maroko, Bukan Pengadil Lapangan

Respons Didier Deschamps soal Kinerja Wasit: Lawan Kami Maroko, Bukan Pengadil Lapangan

M-Radar News, Pelatih Timnas Perancis, Didier Deschamps, menanggapi sorotan tajam terhadap kinerja wasit jelang laga perempat final Piala Dunia 2026. Ia menegaskan bahwa timnya tidak ingin terdistraksi oleh faktor eksternal di luar kendali mereka.

Meskipun anak asuhnya sempat diganjar sejumlah kartu kuning dalam pertandingan sebelumnya melawan Paraguay, Deschamps memilih untuk tetap menaruh kepercayaan penuh kepada sang pengadil lapangan. “Itu di luar kendali kami. Saya percaya pada wasit. Beberapa keputusan wasit dapat memicu diskusi,” ujar Deschamps dikutip dari The Independent, Kamis (9/7/2026).

“Itu benar-benar tergantung pada pendapat semua orang. Lawan kami adalah Maroko, bukan wasit,” tambahnya. Deschamps menekankan bahwa wasit ada di sana untuk menerapkan hukum permainan secara adil.

Sebelumnya, upaya Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) untuk membatalkan sanksi kartu kuning Michael Olise resmi menemui jalan buntu. FIFA memutuskan untuk tetap mempertahankan hukuman tersebut yang didapat Olise saat bersua Paraguay.

Sementara itu, Maroko sendiri tengah dalam performa impresif. Di bawah arahan pelatih Mohamed Ouahbi, tim berjuluk Atlas Lions itu menunjukkan identitas berbeda. Hasil imbang 1-1 melawan Brasil menjadi bukti bahwa Maroko tidak lagi sekadar bertahan.

Ouahbi menegaskan timnya tidak akan mengubah pendekatan hanya karena menghadapi lawan besar. “Saya tidak akan mempersiapkan pertandingan secara berbeda saat menghadapi Brasil. Kami memiliki filosofi sendiri,” ujarnya. Pernyataan tersebut tercermin di lapangan karena Maroko lebih banyak menguasai bola dan berani menekan Brasil.

Perjalanan Maroko menuju semifinal Piala Dunia 2022 dibangun lewat organisasi permainan yang rapi dan serangan balik efektif. Di era Ouahbi, pendekatan itu berkembang menjadi permainan berbasis penguasaan bola dan inisiatif menyerang. Ouahbi menilai generasi saat ini memiliki kualitas teknik terbaik dalam sejarah sepak bola negaranya.

“Kami harus mengakui bahwa Maroko sedang menjalani era teknis terbaik dalam sejarah sepak bolanya,” tambahnya. Filosofi tersebut dibangun sesuai karakter pemain Maroko yang memiliki teknik tinggi, kecepatan, serta keberanian menerima bola dalam tekanan. Pendekatan itu membuat transisi menyerang berlangsung lebih terstruktur tanpa kehilangan keseimbangan.

Kemenangan 3-0 atas Kanada pada babak 16 besar memperlihatkan efektivitas pendekatan baru tersebut. Maroko tetap mampu bertahan lebih dalam ketika situasi pertandingan memang membutuhkannya. Ouahbi juga memberikan ruang bagi talenta muda seperti Ayyoub Bouaddi yang tampil impresif pada debut senior saat menghadapi Brasil. Gelandang berusia 18 tahun itu mampu menghubungkan lini permainan dengan tenang dan cerdas.

Di sisi lain, isu kontroversi wasit juga mewarnai perempat final lainnya. Mesir mengajukan protes resmi kepada FIFA setelah tersingkir akibat kekalahan dramatis 2-3 dari Argentina. Federasi sepak bola negara itu menilai kepemimpinan wasit Francois Letexier memengaruhi hasil pertandingan.

Presiden Federasi Sepak Bola Mesir, Hany Abo Rida, telah mengirimkan keluhan resmi kepada FIFA. Langkah tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan atas sejumlah keputusan yang dinilai merugikan timnya. Selain meminta investigasi, Mesir juga berharap FIFA tidak lagi menugaskan tim wasit asal Prancis yang memimpin pertandingan tersebut pada sisa turnamen.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengungkapkan kekecewaannya seusai laga. “Mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Dalam sepak bola? Kami diperlakukan tidak adil hari ini. Kami mengalami ketidakadilan,” ujarnya. Hassan juga melontarkan dugaan bahwa keberadaan Argentina dan Lionel Messi di turnamen memiliki nilai komersial yang besar.

Dengan berbagai dinamika tersebut, laga perempat final antara Perancis dan Maroko dipastikan akan berlangsung sengit. Deschamps berharap fokus timnya tetap pada permainan, bukan pada keputusan wasit.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup