Suporter Setia Inggris Bawa Bendera Buatan Sendiri ke Delapan Piala Dunia
M-Radar News, Paul Green, seorang pensiunan pekerja percetakan asal Norfolk, Inggris, berhasil menyaksikan kemenangan tim nasional Inggris atas tuan rumah bersama Meksiko di Piala Dunia 2026. Pria berusia 68 tahun itu telah membawa bendera buatan sendiri ke delapan edisi Piala Dunia sejak 1982.
Green pertama kali membawa bendera khas Wisbech, yang dihiasi Salib St George dan lambang Norwich City, ke Piala Dunia di Spanyol pada tahun 1982. Bendera tersebut telah menempuh perjalanan sekitar 80.000 kilometer selama 44 tahun.
Green dan bendera setianya telah hadir di semua lima pertandingan Inggris di Piala Dunia 2026. Ia telah menghabiskan 9.000 poundsterling untuk memesan tiket semua pertandingan potensial Inggris. “Selama mereka terus menang, saya akan ada di sana,” ujarnya.
Secara optimistis, penerbangan pulang Green dijadwalkan dua hari setelah final. Ia memuji penampilan luar biasa tim Inggris. “Mengalahkan Meksiko di halaman rumah mereka sendiri sungguh luar biasa dan setiap pemain adalah pahlawan,” kata Green.
Green mengaku awalnya khawatir dengan reaksi suporter Meksiko jika Inggris menang. Namun, kekhawatirannya tidak terbukti. “Saya tidak perlu khawatir, karena mereka sangat sportif dalam kekalahan dan mereka membelikan kami bir, tequila, dan berpesta semalaman bersama kami,” tambahnya.
Setelah pertandingan, Green berencana berlibur ke Cancun selama beberapa hari, lalu melanjutkan ke Miami untuk menyaksikan perempat final Inggris melawan Norwegia pada Sabtu mendatang.
Sementara itu, timnas Amerika Serikat harus angkat koper setelah dikalahkan Belgia 4-1 di babak 16 besar. Pertandingan tersebut diwarnai kontroversi mengenai penangguhan larangan bermain Folarin Balogun.
Presiden AS Donald Trump dilaporkan berbicara dengan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan kembali kartu merah Balogun saat melawan Bosnia dan Herzegovina. Keputusan FIFA yang mengizinkan Balogun bermain menuai kemarahan tim Belgia.
Balogun angkat bicara mengenai kontroversi tersebut. “Ketika Anda diberi kartu merah, biasanya protokolnya adalah Anda tidak bermain di pertandingan berikutnya. Kemudian, ketika keputusan itu dibatalkan, tentu saja itu menjadi kontroversial,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Saya menerima keputusan ketika saya diberi kartu merah, dan saya juga menerima keputusan ketika saya diberitahu bahwa saya bisa bermain. Sebagai pemain, tugas saya hanya bermain dan fokus pada pekerjaan saya. Saya kecewa kami tidak bisa menang hari ini.”
Kekalahan AS disambut reaksi beragam dari para penggemar. Seorang suporter mengatakan kepada BBC, “Dunia mendukung melawan AS.”
Di pertandingan lain, Spanyol melaju ke perempat final setelah mengalahkan Portugal 1-0 melalui gol Mikel Merino pada menit ke-90+1. Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Piala Dunia bintang Portugal, Cristiano Ronaldo.
Spanyol akan menghadapi pemenang antara AS dan Belgia di Los Angeles pada Jumat mendatang. Ini adalah pertama kalinya Spanyol melaju ke perempat final sejak memenangkan Piala Dunia satu-satunya pada 2010.
Inggris sendiri sudah memastikan tempat di perempat final setelah kemenangan dramatis 3-2 atas tuan rumah Meksiko. The Three Lions akan menghadapi Norwegia pada laga berikutnya.
Kabar terbaru, gelandang Inggris Jordan Henderson mengalami cedera saat merayakan kemenangan atas Meksiko di Mexico City. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi Henderson.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.








