Mengenal Apa Itu Duta DPD RI dan Perannya dalam Membangun Daerah

Mengenal Apa Itu Duta DPD RI dan Perannya dalam Membangun Daerah

M-Radar News, Palembang – Membangun daerah tidak harus menunggu menjadi pejabat. Di era 2026, peran generasi muda di Sumatera Selatan dimulai dari hal sederhana: peduli literasi digital. Melek digital dinilai menjadi kunci agar anak muda Sumsel tidak hanya menjadi konsumen internet, tetapi juga produsen solusi untuk Palembang dan 17 kabupaten/kota.

Generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan daerah melalui kepedulian sosial, peningkatan kapasitas diri, serta pemanfaatan teknologi digital secara positif. Hal itu disampaikan Abel Jennyska Laurencia, Duta DPD RI Sumatera Selatan 2025, dalam Dialog Kita Indonesia pada Kamis, 16 Juli 2026.

Abel menjelaskan bahwa salah satu tugasnya sebagai Duta DPD RI adalah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar pelajar lebih mengenal fungsi dan peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. “Saya sering datang ke sekolah untuk memperkenalkan apa itu DPD RI, karena masih banyak siswa yang belum mengetahui tugas dan fungsi DPD,” ujar Abel.

Menurutnya, menjadi Duta DPD RI bukan hanya soal prestasi, tetapi juga membutuhkan komitmen dalam mengabdi kepada daerah. Ia menyebutkan bahwa persyaratan utama adalah memiliki rasa cinta terhadap Indonesia, tanggung jawab untuk membangun daerah, kemampuan berbahasa Inggris, serta mempersiapkan berbagai tahapan seleksi, seperti membuat video profil diri dan memperoleh dukungan dari masyarakat.

“Hal yang paling utama adalah cinta Indonesia. Seorang duta harus memiliki tanggung jawab untuk membangun daerah, memiliki kemampuan berbahasa Inggris, serta mempersiapkan diri melalui video profil dan dukungan masyarakat,” jelasnya.

Abel juga menceritakan awal ketertarikannya mengikuti ajang Duta DPD RI. Ia mengaku pertama kali mengetahui program tersebut dari tayangan televisi, kemudian mencari informasi lebih lanjut hingga akhirnya mendaftar melalui seleksi di tingkat daerah.

Selain berbagi pengalaman, Abel menyoroti tantangan terbesar yang dihadapi Generasi Z saat ini, yaitu derasnya arus digitalisasi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan justru menjadi penghambat produktivitas.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup