Lewat Berbagai Skema Bantuan Pendidikan, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Ribuan Anak ke Bangku Sekolah
M-Radar News, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, terus memperkuat upaya menekan angka putus sekolah tetap memperoleh hak atas pendidikan. Melalui berbagai skema bantuan dan pendampingan, ribuan Anak Tidak Sekolah (ATS) berhasil dikembalikan ke bangku pendidikan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menegaskan, bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga agar setiap anak dapat menempuh pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat.
“Bagi kami, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan apa pun persoalannya. Setiap anak berhak mendapatkan haknya untuk bersekolah melalui berbagai skema bantuan,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Ipuk, berbagai bentuk afirmasi telah disiapkan pemerintah daerah, mulai dari bantuan perlengkapan sekolah, uang saku, pendidikan kesetaraan, hingga pendampingan bagi anak yang sempat putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Program Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan). Program ini mengoptimalkan kolaborasi berbasis desa dan kelurahan untuk mendata sekaligus mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke jalur pendidikan, baik melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan.
Pelaksanaan program tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa dan kelurahan, satuan pendidikan, Kementerian Agama, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Penyisiran kami lakukan dari lingkup desa. Kalau kita kunci dari wilayah terkecil, penanganannya akan lebih tepat sasaran karena penyebab anak putus sekolah berbeda-beda sehingga bentuk bantuannya juga harus disesuaikan,” kata Ipuk.
Sejak diluncurkan pada 2023, Program Rindu Bulan telah berhasil mengembalikan sebanyak 3.259 Anak Tidak Sekolah (ATS) ke bangku pendidikan.
Bupati Ipuk menegaskan, upaya tersebut tidak berhenti pada proses mengembalikan anak ke sekolah. Pemerintah juga terus melakukan pendampingan agar mereka mampu menyelesaikan pendidikan hingga lulus.
“Tidak sekadar mengembalikan mereka ke sekolah, kami juga terus mendampingi, baik dari sisi prestasi maupun kebutuhan pendidikannya hingga lulus,” ujarnya.
Selain melalui pendataan, Ipuk juga rutin mendatangi langsung rumah anak-anak yang teridentifikasi berisiko putus sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan motivasi kepada anak maupun keluarganya agar tetap melanjutkan pendidikan.
“Dengan kolaborasi banyak pihak, kami berharap semakin banyak anak Banyuwangi yang bisa menyelesaikan pendidikannya. Pendidikan merupakan salah satu kunci memutus rantai kemiskinan,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Alfian menjelaskan, bahwa proses pendampingan diawali dengan verifikasi dan validasi data anak yang rentan putus sekolah.
Selanjutnya, tim melakukan kunjungan langsung ke beberapa rumah-rumah anak tersebut untuk mengetahui penyebab mereka tidak bersekolah.
“Anak-anak yang memang benar berstatus ATS akan kami visitasi untuk mengetahui akar persoalannya. Dari situ kami menentukan afirmasi atau bantuan yang paling sesuai, baik mengembalikan ke sekolah formal, pendidikan kesetaraan, maupun memfasilitasi akses berbagai bantuan pendidikan yang tersedia,” jelas Alfian.
Selain Program Rindu Bulan, Pemkab Banyuwangi juga mengembangkan Program Siswa Asuh Sebaya (SAS) sebagai bentuk kepedulian antarsiswa. Melalui program ini, para pelajar diajak menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membantu teman yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan, seperti pengadaan sepeda, kacamata, perlengkapan sekolah, bantuan uang saku, hingga kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.
Program SAS tidak hanya membantu meringankan beban siswa kurang mampu, tetapi juga menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi jaring pengaman sosial bagi peserta didik yang membutuhkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











