Tangis Haru dan Senyum Bahagia Warnai Hari Pertama Sekolah di Banyuwangi, MPLS Ramah Dimulai
M-Radar News, Banyuwangi – Suasana haru, bahagia, sekaligus bangga mewarnai hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 di Banyuwangi, Senin (13/7/2026). Ratusan orang tua tampak mengantar putra-putrinya memasuki gerbang sekolah untuk pertama kalinya.
Pemandangan tersebut terlihat di SDN 4 Penganjuran, Banyuwangi. Sejumlah siswa baru masih tampak canggung bahkan enggan berpisah dengan orang tuanya saat memasuki lingkungan sekolah. Namun, suasana hangat yang diciptakan para guru serta keceriaan teman-teman baru perlahan membuat mereka mulai beradaptasi.
Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pun berlangsung penuh semangat. Anak-anak diajak bermain, berkenalan, serta mengenal lingkungan sekolah sehingga rasa takut dan canggung perlahan menghilang.
Salah seorang wali murid, Arsya mengaku bahagia karena putranya diterima di sekolah yang selama ini menjadi pilihannya.
“Alhamdulillah senang sekali. Persiapan masuk sekolah memang cukup banyak, tetapi semuanya sudah selesai. Saya bangga melihat anak saya akhirnya bisa bersekolah di sini,” ujarnya.
Ia bahkan mengantar putranya hingga ke depan ruang kelas untuk memastikan sang anak merasa nyaman menjalani hari pertamanya sebagai siswa sekolah dasar.
Sementara itu, salah seorang guru SDN 4 Penganjuran menjelaskan, kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari dengan materi yang berbeda setiap harinya.
Pada hari pertama, siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, ruang belajar, serta para guru agar mereka lebih cepat beradaptasi.
“Kami ingin anak-anak merasa bahagia, aman, nyaman, dan berani. Peralihan dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar merupakan perubahan yang cukup besar bagi mereka, sehingga perlu didampingi dengan pendekatan yang menyenangkan,” jelasnya.
Perasaan serupa juga disampaikan Tias, wali murid lainnya. Meski putrinya masih tampak malu-malu, ia optimistis sang anak akan segera menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
“Senang sekali bisa masuk sekolah favorit. Kakaknya juga sekolah di sini, jadi kami sudah percaya dengan lingkungan dan kualitas pendidikannya,” katanya.
Antusiasme menyambut tahun ajaran baru juga terlihat di jenjang pendidikan menengah. Salah satunya dirasakan Aurelia Salsabila yang mengikuti kegiatan MPLS di SMAN 1 Glagah.
“Hari pertama MPLS ini sangat berkesan dan membuat saya semakin antusias menyambut tahun ajaran baru,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Alfian mengatakan bahwa secara nasional MPLS Tahun 2026, mengusung tema “MPLS Ramah”, yang menekankan pendekatan ramah terhadap kurikulum, lingkungan baru, warga sekolah, serta seluruh peserta didik.
Menurutnya, seluruh satuan pendidikan wajib memastikan pelaksanaan MPLS berlangsung secara humanis tanpa adanya praktik perundungan maupun tindakan yang bersifat intimidatif.
“Harus dipastikan bahwa di semua satuan pendidikan, proses penyambutan peserta didik baru sejak hari pertama hingga MPLS selesai dilakukan dengan cara-cara yang humanis,” tegas Alfian.
Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS di setiap jenjang pendidikan berlangsung maksimal selama lima hari. Setelah kegiatan tersebut selesai, sekolah juga didorong menjalin komunikasi yang lebih erat dengan keluarga melalui kunjungan ke rumah peserta didik.
Langkah tersebut merupakan arahan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani agar sekolah mampu memetakan berbagai potensi persoalan yang mungkin dihadapi siswa sejak awal tahun ajaran.
“Pesan Ibu Bupati, sekolah harus memetakan berbagai risiko sejak awal. Bisa saja ada anak yang menghadapi persoalan ekonomi, masalah sosial, atau menjadi pelaku maupun korban perundungan. Semua itu harus diidentifikasi sejak awal agar penanganannya lebih cepat dan tepat,” pungkasnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












