Mahasiswa STAIN Meulaboh Dibekali Kompetensi Humas, Jurnalistik dan Penyiaran

Mahasiswa STAIN Meulaboh Dibekali Kompetensi Humas, Jurnalistik dan Penyiaran

M-Radar News, MEULABOH – Sebanyak puluhan mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh mengikuti pembekalan sehari pada Rabu, 15 Juli 2026, sebagai persiapan menjalani praktik lapangan selama 40 hari di sejumlah kantor pemerintahan. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan di bidang kehumasan, jurnalistik, dan penyiaran.

Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Ramli, M.Ag., mengatakan tantangan yang akan dihadapi mahasiswa semakin kompleks. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kemampuan teknis dan interpersonal agar mampu bersaing serta beradaptasi dengan lingkungan kerja. “Mahasiswa harus memiliki dua kemampuan untuk bersaing ke depan, yaitu hard skill dan soft skill. Kedua kemampuan tersebut akan menjadi modal penting bagi mahasiswa agar berhasil selama melaksanakan praktik lapangan,” ujar Ramli.

Pembekalan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan praktisi pemerintahan, penyiaran, dan jurnalistik. Pemateri pertama, Dana Ismawan, S.I.Kom., M.Sos., dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, menyampaikan materi bertajuk “Mengelola Reputasi Instansi dengan Pendekatan Islamic Public Relations di Era Digital”. Dalam pemaparannya, Dana menjelaskan bahwa membangun reputasi instansi tidak hanya bergantung pada kecepatan penyampaian informasi, tetapi juga harus berlandaskan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, amanah, transparansi, dan tanggung jawab.

“Di era digital, setiap instansi dituntut mampu memanfaatkan media digital secara bijak untuk membangun kepercayaan publik, memperkuat citra positif, serta menjalin komunikasi yang efektif dengan masyarakat,” tambahnya.

Pemateri kedua, Agustina, S.Sos., selaku Ketua Tim Siaran LPP RRI Meulaboh, menyampaikan materi mengenai “Peluang Karier Penyiaran di Era Digital”. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membuka berbagai peluang baru dalam industri penyiaran dan media digital. Agustina menekankan pentingnya penguasaan keterampilan komunikasi, public speaking, penulisan naskah, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang besar. Siapa pun yang memiliki kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar akan memiliki kesempatan luas untuk berkarier di dunia penyiaran,” ujarnya.

Sementara itu, pemateri selanjutnya, Ismail, S.Sos., menyampaikan materi bertajuk “Menjaga Integritas, Kecepatan, dan Etika di Era Disrupsi Informasi”. Dalam materinya, ia mengingatkan mahasiswa agar tetap menjaga keseimbangan antara kecepatan penyampaian informasi, akurasi, dan etika jurnalistik. Kecepatan dalam menyebarkan informasi tidak boleh mengabaikan proses verifikasi. Akurasi dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap media maupun instansi pemerintah.

Melalui kegiatan pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin siap menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, mengembangkan kompetensi, serta memberikan kontribusi positif bagi instansi pemerintah dan masyarakat selama menjalani praktik lapangan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup