Mahasiswa UNEJ Ciptakan Crayona, Crayon Aman dari Lilin Lebah dan Pewarna Alami
M-RadarNews – Jember – Inovasi di bidang alat mewarnai anak kembali lahir dari tangan kreatif mahasiswa Universitas Jember (UNEJ). Tim Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat berhasil mengembangkan Crayona, sebuah crayon berbahan dasar lilin lebah alami (beeswax) yang dipadukan dengan pewarna dari kunyit, bunga telang, dan bubuk buah bit. Produk ini tidak hanya aman bagi anak-anak tetapi juga ramah lingkungan, menjadi alternatif crayon berbahan kimia yang marak beredar.
Latar Belakang: Kepedulian terhadap Keamanan Anak
Kekhawatiran akan kandungan kimia pada crayon konvensional mendorong Cristania Velia Bella dan timnya untuk menciptakan solusi. Banyak crayon di pasaran mengandung bahan sintetis yang berpotensi membahayakan jika tertelan atau terpapar dalam jangka panjang. Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), beberapa produk crayon impor masih mengandung logam berat seperti timbal dan kadmium di atas ambang batas. Crayona hadir sebagai jawaban atas kebutuhan alat mewarnai yang benar-benar food grade dan aman digunakan anak-anak sejak usia dini.
Proses Pengembangan dan Bahan Baku
Pengembangan Crayona dimulai sejak awal 2026 melalui program P2MW yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tim melakukan riset selama tiga bulan untuk menemukan komposisi tepat antara lilin lebah dan pewarna alami. Berikut adalah bahan utama Crayona:
| Bahan | Fungsi | Sumber |
|---|---|---|
| Lilin lebah (beeswax) | Basis crayon, memberikan tekstur dan daya lekat | Peternak lebah lokal Jember |
| Kunyit | Pewarna kuning alami | Pertanian lokal |
| Bunga telang | Pewarna biru alami | Kebun percobaan UNEJ |
| Bubuk buah bit | Pewarna merah alami | Petani bit organik |
Keunggulan Produk
Ketua tim, Cristania Velia Bella, menjelaskan bahwa Crayona memiliki beberapa keunggulan dibandingkan crayon biasa:
- Aman untuk anak-anak: Bahan food grade sehingga tidak beracun jika tertelan.
- Daya tahan lama: Satu wadah Crayona bisa digunakan selama 1–3 bulan tergantung frekuensi pemakaian.
- Warna cerah alami: Pewarna dari tanaman menghasilkan gradasi warna yang unik dan tidak menyilaukan.
- Ramah lingkungan: Bahan mudah terurai dan tidak mengandung mikroplastik.
- Mendukung petani lokal: Bahan baku diperoleh dari pemasok sekitar Jember.
Respons Pengguna dan Potensi Pasar
Uji coba dilakukan pada anak-anak usia 3–7 tahun di beberapa PAUD di Jember. Ashyana Diva, salah satu pengguna cilik, mengaku senang menggunakan Crayona. “Aku lagi pakai Crayona. Lihat, enak banget loh crayonnya dipakai,” ujarnya. Para orang tua juga memberikan tanggapan positif karena tidak ada bau kimia menyengat dan mudah dibersihkan dari tangan maupun pakaian.
Potensi pasar crayon alami di Indonesia cukup besar. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, industri alat tulis dan peralatan seni anak tumbuh rata-rata 8% per tahun. Kesadaran orang tua terhadap produk aman semakin meningkat, menjadikan Crayona sebagai produk yang prospektif.
Dampak bagi Masyarakat dan Industri
Inovasi Crayona diharapkan memberikan dampak multipihak:
- Bagi anak-anak: Mengurangi risiko paparan zat kimia berbahaya saat mewarnai.
- Bagi orang tua: Memberikan ketenangan karena produk terjamin keamanannya.
- Bagi industri: Mendorong produsen crayon lokal beralih ke bahan alami.
- Bagi petani: Membuka peluang ekonomi baru dari pemasok bahan baku pewarna alami.
- Bagi lingkungan: Mengurangi limbah plastik dan bahan sintetis.
Harapan ke Depan
Dosen pendamping tim, Yunike Tri Herawati, S.Km., M.Kes., menyatakan optimisme bahwa Crayona dapat diproduksi massal. “Harapannya, jika Allah menghendaki kami berhasil, Crayona dapat diproduksi secara massal sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” tuturnya. Saat ini tim sedang mengurus perizinan produk dan menjajaki kerja sama dengan investor. Ke depannya, mereka berencana menambah varian warna dari bahan alami lain seperti daun suji (hijau) dan ekstrak buah naga (merah muda).
Kisah Crayona menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu menciptakan solusi inovatif yang tidak hanya menguntungkan secara bisnis tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, bukan tidak mungkin crayon alami buatan UNEJ ini akan menjadi pilihan utama para orang tua di seluruh Indonesia.








