Di Tengah Pesatnya Pariwisata Kuta Utara, Bupati Badung Perkuat Kapasitas Kaling dan Kelian Banjar Dinas

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat membuka Bimtek Peningkatan Kapasitas Kaling dan Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara, pada Selasa (18/8/2026). Foto: dok/ist

M-Radar News, Badung – Pesatnya perkembangan pariwisata di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, membawa peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah di tingkat kewilayahan. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Badung memperkuat kapasitas Kepala Lingkungan (Kaling) dan Kelian Banjar Dinas sebagai aparat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kaling dan Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara di Ruang Rapat Kantor Camat Kuta Utara, pada Selasa (18/8/2026).

Bimtek yang berlangsung hingga Kamis (20/8/2026) tersebut diikuti 89 peserta, terdiri dari 46 Kaling dan 43 Kelian Banjar Dinas.

Bupati Adi Arnawa mengatakan, Kuta Utara memiliki posisi strategis karena terdiri atas tiga kelurahan dan tiga desa. Kawasan tersebut juga terus berkembang menjadi salah satu pusat destinasi pariwisata di Kabupaten Badung.

“Karena Kuta Utara merupakan daerah pariwisata yang terus berkembang, tentu tantangan ke depan juga semakin besar. Mulai dari kemacetan, kebersihan lingkungan hingga persoalan keamanan dan kriminalitas,” ujarnya.

Menurut Adi Arnawa, perkembangan pariwisata tidak cukup hanya ditopang pembangunan destinasi. Kualitas pelayanan publik dan daya dukung wilayah juga harus diperkuat agar pertumbuhan pariwisata memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kalau pariwisata kita berkembang dan berkualitas, tentu akan semakin banyak orang datang, berinteraksi maupun bekerja. Ibaratnya, kalau ada gula, semut akan datang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Adi Arnawa meminta Kaling dan Kelian Banjar Dinas bekerja secara tulus, ikhlas dan transparan. Mereka juga diminta menjalankan tugas sesuai koridor kewenangan serta meningkatkan koordinasi dengan perangkat daerah terkait.

Salah satu perhatian yang ditekankan adalah pendataan penduduk nonpermanen, terutama warga yang tinggal di rumah kos. Pendataan yang akurat dinilai penting untuk menjaga ketertiban administrasi kependudukan sekaligus mendukung deteksi dini terhadap potensi persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bupati juga meminta pelayanan dokumen kependudukan dilakukan secara optimal dan sesuai dengan regulasi. Menurutnya, keterbukaan dan kesamaan persepsi antaraparatur menjadi kunci dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Yang paling penting adalah kita terbuka dan bersama-sama menyamakan persepsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain pelayanan publik, Pemkab Badung juga terus mendorong penguatan infrastruktur di Kuta Utara. Pembangunan jalan baru diharapkan mampu mengurai kemacetan serta memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kasi Pemerintahan Kecamatan Kuta Utara, Gede Bayu Pramana,l mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan berdasarkan sejumlah regulasi daerah dan peraturan perundang-undangan di bidang kependudukan.

Selama tiga hari, peserta akan mendapatkan berbagai materi, mulai dari administrasi kependudukan, peran Kaling dan Kelian Banjar Dinas dalam pemerintahan, pengelolaan sampah terpadu, penegakan Perda, hingga bantuan sosial.

Materi lainnya mencakup pendataan wajib pajak melalui SIOPD, perizinan bangunan dan usaha, serta mekanisme penanganan warga negara asing (WNA).

Pembukaan Bimtek turut dihadiri jajaran Forkopimcam Kuta Utara, narasumber dari sejumlah OPD Pemkab Badung, serta para lurah dan perbekel se-Kecamatan Kuta Utara.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Yadie Az
Reporter
Tutup