Puluhan Orang Tua Ikuti Parenting Kelas V di SDN 070975 Gunungsitoli
M-Radar News, GUNUNGSITOLI – Puluhan orang tua mengikuti kegiatan Parenting Kelas V UPTD SD Negeri 070975 Gunungsitoli yang digelar di ruang kelas 5C, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini bertujuan membangun kolaborasi antara guru dan orangtua dalam mendukung tahun ajaran 2026/2027.
Kepala UPTD SD Negeri 070975 Gunungsitoli, Arlika Zebua, dalam sambutannya mengatakan kegiatan parenting merupakan hal baru di sekolah tersebut namun dinilai penting. Menurutnya, parenting adalah pola asuh yang dimulai dari orangtua di rumah, seperti mendidik kedisiplinan. Hal yang sama juga diajarkan guru di sekolah.
“Bagaimana menerapkan disiplin jika orangtua tidak mengantarkan anak tepat waktu? Apel dimulai pukul 07.10, tetapi anak-anak diantar ke sekolah pukul 07.30,” ucap Arlika.
Ia menegaskan pendidikan karakter jauh lebih penting daripada nilai akademis. Oleh karena itu, sekolah mengajarkan 7 Kebiasaan Anak Hebat yang harus diterapkan tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah.
“Mengapa dikumandangkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini? Karena inilah hal-hal baik yang dimiliki seorang anak. Semuanya sudah termasuk di sini, bagaimana anak-anak disiplin bangun pagi, rajin beribadah, gemar belajar, dan makan makanan bergizi. Ini yang bapak ibu guru ajarkan selama di sekolah, tetapi orangtua juga menerapkan hal yang sama di rumah,” kata Arlika.
Wali Kelas 5C, Herti Zebua, menyampaikan materi tentang sinergi catur pusat pendidikan serta aplikasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat oleh anak selama di kelas dan di rumah. Ia juga mengungkapkan hal-hal baru pada tahun ajaran 2026/2027.
“Jadi di kelas V ini nantinya akan ada penambahan mata pelajaran yakni Coding dan Kecerdasan Artifisial, dan Bahasa Inggris sekarang menjadi mata pelajaran pokok,” katanya.
Sementara itu, salah seorang orangtua siswa kelas B menyampaikan terima kasih atas undangan mengikuti kelas Parenting tersebut. Ia menyatakan mendukung setiap program sekolah yang bertujuan untuk kebaikan putrinya dan mendorong guru untuk memberi didikan bermutu.
“Kami sudah menyerahkan anak kami di sekolah ini, tentunya menjadi tanggung jawab penuh Bapak Ibu guru. Bagaimana didikan dari para guru, kami orangtua mendukung. Kalau anak saya nakal, melanggar disiplin sekolah, silakan dihukum. Bagi saya tidak masalah demi keberhasilan anak saya,” ucapnya.
Pada kegiatan Parenting kelas V, sejumlah orangtua menyampaikan masukan dan saran kepada guru serta menyepakati beberapa hal yang akan diterapkan di setiap kelas. Hasil diskusi dan kesepakatan kelas 5 kemudian akan dibahas pada Musyawarah Sekolah yang akan digelar pada hari Sabtu mendatang dan dituangkan dalam keputusan sekolah yang wajib dilaksanakan dan disukseskan bersama.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











