BPBD Salurkan Air Bersih untuk Warga Kalisat dan Pakusari
M-Radar News, Jember – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) menyalurkan bantuan air bersih kepada 450 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Kalisat dan Pakusari pada Jumat (11/7/2026). Bantuan ini menyusul menurunnya debit sumber air akibat musim kemarau.
Distribusi dilakukan di tiga titik, yakni Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, serta Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari. Berdasarkan asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, sekitar 325 KK terdampak berada di Kalisat dan 125 KK lainnya di Pakusari.
Sejak pagi, warga tampak mengantre membawa jeriken, ember, hingga drum plastik untuk mengambil air bersih. Bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya.
Perangkat Desa Sumberjeruk, Kikip, mengatakan bantuan air bersih sangat membantu masyarakat. “Kondisi kemarau yang cukup panjang membuat banyak warga kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan ini sangat dibutuhkan dan disambut baik oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Pusdalops BPBD Jember, Firman Arifianto, mengatakan distribusi air bersih dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan dan permohonan dari pemerintah desa. Kegiatan tersebut juga mengacu pada status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan, dan Lahan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Jember.
“BPBD terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan. Berdasarkan kondisi di lapangan, distribusi air bersih masih perlu dilakukan secara berkala agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Firman.
Pada distribusi kali ini, PMI Jember menyalurkan 4.000 liter air bersih ke Desa Sumberpinang, sedangkan Dinas PRKPLH mendistribusikan 5.000 liter ke Desa Sumberjeruk. Total bantuan yang disalurkan mencapai 9.000 liter.
BPBD merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali dengan kapasitas minimal 5.000 liter. Musim kemarau diperkirakan masih berlangsung dan berpotensi memperluas wilayah terdampak kekeringan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.









