Keluarga Pendaki Karanganyar Hilang Kontak saat Maghrib, BPBD Ingatkan Pentingnya Tetap di Jalur Resmi

Keluarga Pendaki Karanganyar Hilang Kontak saat Maghrib, BPBD Ingatkan Pentingnya Tetap di Jalur Resmi

M-Radar News, Karanganyar Dude Kurniawan Pasha (17), pendaki asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, ditemukan meninggal dunia di Puncak Sejati Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, setelah terpisah dari dua rekannya saat turun dari puncak gunung.

Komunikasi terakhir dengan Dude terputus sekitar pukul 18.00 WIB pada Jumat (21/8/2026) saat maghrib, di mana pesan WhatsApp-nya mendadak tidak aktif. Keluarga yang khawatir segera menghubungi teman-teman Dude, namun mendapat informasi bahwa Dude belum turun dari Gunung Sumbing. Kekhawatiran ini memicu permintaan bantuan dan pencarian oleh Basarnas serta tim SAR lainnya.

Dude bersama dua temannya, Fatahilah dan Rangga Dwi Arianto, melakukan pendakian dengan sistem tektok, yaitu naik dan turun tanpa bermalam di gunung. Mereka memulai pendakian dari basecamp Banaran pada Jumat malam dan sempat berangkat menggunakan ojek menuju jalur pendakian sekitar pukul 23.30 WIB dengan kondisi sehat. Namun, pada saat turun, Dude terpisah dari rombongan dan mencoba mencari jalur sendiri, yang kemudian berujung pada hilangnya kontak dan kecelakaan fatal.

Keluarga mengungkapkan bahwa Dude sempat dilarang oleh ibunya untuk mendaki karena minim pengalaman serta adanya agenda keluarga pada hari tersebut. Namun, Dude tetap melanjutkan pendakian. Setelah ditemukan meninggal dunia pada Minggu (23/8/2026), jenazah Dude dimakamkan malam harinya di kampung halamannya dengan suasana duka yang mendalam. Sang ibu pun tampak sangat terpukul dan harus dibopong saat mengantar jenazah.

BPBD Kabupaten Karanganyar memberikan peringatan keras kepada para pendaki, terutama pemula, agar tidak mencari jalur sendiri baik saat naik maupun turun gunung. Kepala BPBD Karanganyar, Sugiharjo, menegaskan pentingnya tetap dalam satu rombongan dan mengikuti jalur resmi serta arahan petugas basecamp. Bagi pendaki pemula, disarankan untuk menggunakan pemandu agar keselamatan lebih terjamin. Jika terpisah atau kehilangan kontak, pendaki dianjurkan segera melapor ke petugas agar pencarian dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi.

Peristiwa ini kembali menyoroti bahaya pendakian tanpa pengalaman dan keluar dari jalur resmi, yang sebelumnya juga terjadi pada pendaki lain di wilayah Jawa Tengah. Gunung Sumbing sendiri merupakan gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.371 mdpl dan berada di perbatasan tiga kabupaten yaitu Magelang, Temanggung, dan Wonosobo.

Selain kasus di Gunung Sumbing, beberapa waktu lalu juga terjadi kecelakaan fatal di Gunung Slamet, Jawa Tengah, di mana seorang pelajar asal Brebes meninggal dunia setelah terjatuh ke kawah gunung akibat tanah yang ambrol saat ia beristirahat di bibir kawah. Peristiwa ini menambah catatan penting mengenai keselamatan pendaki di gunung-gunung tinggi di Jawa Tengah.

Keselamatan saat pendakian sangat bergantung pada kesiapan, penggunaan jalur resmi, serta komunikasi yang baik dengan rombongan dan petugas. Keluarga, petugas SAR, dan BPBD terus mengingatkan agar pendaki tidak meremehkan risiko dan selalu mengutamakan keselamatan selama melakukan aktivitas di gunung.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup