Penelantaran dan KDRT Picu Tingginya Perceraian di Bali
M-Radar News, Denpasar – Bali mencatatkan kasus perceraian yang tinggi dan terus meningkat setiap tahun. Ratusan kasus perceraian di Pulau Dewata didominasi akibat penelantaran keluarga dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Kelompok Ahli Gubernur Bali Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, membenarkan hal tersebut saat diwawancarai RRI.CO.ID di Denpasar. Menurutnya, faktor utama di balik permasalahan ini adalah masalah finansial atau kesulitan ekonomi, suami yang gemar judi online (judol), hingga meningkatnya kasus perselingkuhan.
“Kasus perceraian di Bali setiap tahunnya meningkat. Tercatat ratusan kasus perceraian di Pulau Dewata yang didominasi akibat penelantaran keluarga dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),” ujarnya.
Diah Werdhi Srikandi mengungkapkan, pihak istri mendominasi pengajuan gugatan perceraian. Alasan utamanya adalah suami tidak menafkahi keluarga, melakukan kekerasan fisik maupun psikis yang menimbulkan rasa tidak nyaman dan trauma, serta perselingkuhan yang turut menjadi penyumbang angka signifikan dalam gugatan perceraian.
“Selain masalah ekonomi dan KDRT, faktor lain yang berkontribusi signifikan terhadap retaknya hubungan rumah tangga yakni perselingkuhan yang menyumbang sekitar 20 persen dari total kasus,” tuturnya.
Ia menyebut, kasus perceraian tertinggi terjadi di Kabupaten Tabanan yang mencapai 300 hingga 400 kasus per tahun. Angka perceraian di wilayah tersebut terus mengalami peningkatan sekitar 5 hingga 10 persen setiap tahunnya.
Secara keseluruhan, kasus perceraian di Bali tergolong tinggi, mencapai ratusan kasus setiap tahun. Angkanya terus meningkat di kisaran 10 persen per tahun. Masalah ekonomi menjadi pemicu utama tren peningkatan kasus perceraian di Pulau Dewata.
Faktor penelantaran akibat hilangnya tanggung jawab nafkah, judi online, alkohol, serta KDRT menjadi penyebab dominan lainnya. Diah Werdhi Srikandi menekankan bahwa persoalan ini membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.
Meski demikian, ia tidak memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk menekan angka perceraian. Data terbaru menunjukkan bahwa tren perceraian di Bali masih akan terus meningkat jika faktor-faktor pemicu tidak segera diatasi.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











