Klafiesta 2026 Resmi Dibuka, Bupati Klaten Ajak Warga Gemar Baca

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo resmi membuka Klaten Festival Literasi (Klafiesta) 2026 yang berlangsung di Gedung Sunan Pandanaran, Selasa (14/7/2026).

M-Radar News, Klaten – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, terus memperkuat budaya literasi di tengah derasnya arus digitalisasi. Hal itu ditandai dengan pembukaan Klaten Festival Literasi (Klafiesta) 2026 yang berlangsung di Gedung Sunan Pandanaran, Selasa (14/7/2026).

Pembukaan festival diawali dengan kegiatan membaca buku bersama yang diikuti ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Suasana semakin semarak dengan kehadiran Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Bunda Literasi Klaten Fahrani Hamenang yang turut mendampingi para siswa membaca.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Klaten, Pramana Agus Wijanarka mengatakan, Klafiesta merupakan agenda tahunan yang menjadi sarana memperkuat ekosistem literasi sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat.

Menurutnya, Pemkab Klaten terus mendorong tumbuhnya budaya literasi melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, sekolah, komunitas literasi, dunia usaha, media, hingga masyarakat.

“Klafiesta menjadi ruang kolaborasi, edukasi, apresiasi, sekaligus promosi budaya baca yang diharapkan mampu memperkuat gerakan literasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selama penyelenggaraan festival, Dispersip menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, mulai dari Lomba Bertutur tingkat SD, Lomba Resensi Buku tingkat SMP dan SMA/SMK, Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan, hingga kegiatan mendongeng bersama Bunda Literasi.

Bupati Klaten, Hamenang menilai literasi menjadi bekal penting bagi generasi muda, terlebih di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Ia mengingatkan para pelajar agar tidak bergantung sepenuhnya pada AI. Menurutnya, kemampuan membaca dan memahami buku tetap menjadi fondasi utama dalam membangun pengetahuan yang benar.

“Hari ini teknologi memberikan kemudahan luar biasa melalui handphone, tablet, hingga AI. Kalian bisa mencari berbagai informasi dengan cepat. Namun, tanpa dasar pengetahuan dari buku, informasi yang diberikan AI belum tentu seluruhnya tepat,” tuturnya.

“Karena itu, budaya membaca harus terus ditingkatkan agar lahir generasi yang cerdas, kritis, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambah Bupati Hamenang.

Antusiasme peserta juga terlihat dari semangat para pelajar mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Gracia, siswi SMAN 1 Klaten yang meraih juara II Lomba Resensi Buku, mengaku Klafiesta menjadi motivasi untuk semakin mencintai dunia literasi.

“Bagi saya, membaca buku adalah cara untuk membuka wawasan dan melihat dunia lebih luas. Saya berharap, Klafiesta terus diselenggarakan setiap tahun agar semakin banyak pelajar yang gemar membaca,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup