Pengging Fair 2026, Puluhan Tahun Eksis Dimeriahkan dengan Karnaval dan Panggung Hiburan
M-Radar News, Boyolali – Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, untuk menyaksikan kemeriahan Pengging Fair 2026, Sabtu (3/10/2026). Di tengah teriknya matahari, antusiasme masyarakat tetap tinggi mengikuti rangkaian agenda tahunan tersebut.
Pengging Fair tahun ini mengusung tema “Semangat Makarya Sesarengan” atau “Sekarsa”. Kegiatan diawali dengan karnaval yang mengambil rute dari Kantor Kecamatan Banyudono menuju panggung utama di Alun-alun Pengging.
Sepanjang jalur karnaval, warga terlihat memenuhi bahu jalan. Mereka antusias menyaksikan berbagai penampilan yang disuguhkan para peserta, mulai dari pelajar hingga komunitas masyarakat.
Karnaval melibatkan pelajar dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA). Beragam penampilan ditampilkan, seperti paskibraka, marching band, kesenian tari, hingga reog.
Tak hanya pelajar, sejumlah komunitas juga ikut meramaikan karnaval. Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) turut menampilkan sepasang pengantin dengan balutan busana dan tata rias khas Jawa.
Bupati Kabupaten Boyolali, Agus Irawan bersama Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma Dwi Hartanta dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Boyolali turut mengikuti rangkaian karnaval.
Hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, M. Syawalludin bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.
Sebelum rombongan memasuki area panggung utama, Bupati Agus melakukan pemotongan pita sebagai tanda dimulainya karnaval. Rombongan kemudian menuju lokasi utama untuk menyaksikan berbagai penampilan peserta.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa bersama lintas agama yang menghadirkan para pemuka agama dari masing-masing kepercayaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari seremoni sebelum pembukaan resmi Pengging Fair.
Ketua Panitia Pengging Fair, Yusuf Al Faiza menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut memiliki sejarah panjang. Pengging Fair pertama kali diprakarsai Paguyuban Muda-Mudi Pengging pada 1967 sebagai respons terhadap perpecahan di kalangan muda-mudi setelah peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).
“Rangkaian kegiatan Pengging Fair yang telah dilaksanakan sebelumnya adalah berbagi pakaian layak pakai kepada anak-anak panti asuhan,” kata Yusuf.
Selain itu, panitia menggelar bakti sosial bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Boyolali, dengan menyalurkan 60 paket sembako. Kegiatan lainnya yakni turnamen sepak bola tingkat sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Banyudono.
Pada puncak pelaksanaan Pengging Fair, panitia menyiapkan enam panggung hiburan. Panggung utama menghadirkan Argasa Musik dan Tiara Amora, sedangkan panggung wayang menampilkan dalang Ki Danang Sarwoko.
Empat panggung lainnya yakni panggung tembang kenangan, panggung band, panggung metal, dan panggung anak-anak. Selain berbagai pertunjukan tersebut, sebanyak 465 UMKM lokal juga ikut meramaikan Pengging Fair.
Bupati Boyolali, Agus Irawan mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga kawasan Pengging yang memiliki potensi pariwisata. Menurutnya, pelaksanaan Pengging Fair dapat menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan potensi wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Agus mengapresiasi keterlibatan pelaku UMKM dan pelaku seni dalam kegiatan tersebut. Ia berharap, Pengging Fair dapat terus berkembang dan semakin dikenal, tidak hanya di Boyolali tetapi juga di luar daerah.
“Semoga nanti ke depan Pengging Fair akan lebih besar lagi, akan lebih dikenal seluruh warga Boyolali, juga sampai di luar Boyolali. Semoga dengan adanya kolaborasi antara wisata air dan kesenian bisa membawa nama Pengging semakin dikenal,” harap Agus.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta mengapresiasi muda-mudi Pengging yang terus mempertahankan agenda tahunan tersebut.
Putra asli Banyudono yang akrab disapa Titut itu menilai, Pengging Fair tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan warga Pengging dan sekitarnya.
“Harapan kita selain sebagai media pemersatu masyarakat, kegiatan ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pembukaan resmi Pengging Fair, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Agus yang kemudian diserahkan kepada Ketua Panitia Yusuf Al Faiza. Prosesi dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati oleh Bupati Agus bersama jajaran Forkopimda.
Setelah seremoni pembukaan, masyarakat kembali disuguhi berbagai pertunjukan dari peserta karnaval. Sementara itu, enam panggung hiburan dijadwalkan mulai menyajikan berbagai pertunjukan pada malam hari.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.















