Dampak Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ribuan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali Tertahan

Ribuan penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali, tampak tertahan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Foto: dok/why.

M-Radar News, Badung – Imbas penutupan sejumlah bandara di wilayah Jakarta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK), ribuan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, turut mengalami dampak penundaan penerbangan.

​Selama dua hari berturut-turut pada 6-7 September 2026, tercatat sebanyak 13.255 orang tertahan di bandara tersebut. Jumlah itu terdiri atas 4.477 penumpang kedatangan dan 8.878 penumpang keberangkatan.

​Juru Bicara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi menjelaskan, bahwa rata-rata terdapat 84 pergerakan pesawat per hari untuk rute Denpasar-Jakarta atau sebaliknya.

​”Saat ini tidak banyak calon penumpang yang datang ke Bandara Ngurah Rai. Kami sebelumnya sudah menginformasikan hal ini melalui kanal informasi resmi,” ujar Eka Sandi, pada Senin (7/9/2026).

​Atas kondisi ini, pihaknya berharap pihak maskapai dapat memberikan pelayanan optimal kepada penumpang yang membutuhkan pengalihan rute (reroute), penjadwalan ulang (reschedule), maupun pengembalian dana (refund).

​”Tentunya kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Karena situasi ini masih dinamis, kami berharap kondisi bisa segera membaik,” imbuhnya.

​Di sisi lain, Eka memastikan, bahwa layanan di terminal internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap berjalan normal dan optimal. Penundaan atau pembatalan penerbangan sejauh ini hanya berdampak pada rute keberangkatan dan kedatangan tujuan Jakarta.

​Kemenhub Siapkan Bandara Alternatif

​Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat menyiapkan sejumlah bandara alternatif sebagai langkah antisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berasal dari Provinsi Banten.

​Hingga Senin, 7 September 2026, sejumlah maskapai penerbangan telah mulai mengalihkan rute pendaratan dan penerbangan ke bandara-bandara alternatif yang aman dari paparan abu.

​Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengungkapkan, maskapai Garuda Indonesia bahkan telah mendaratkan armadanya di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, sejak sehari sebelumnya.

​”Hari ini rencananya juga akan dilakukan pendaratan di Kertajati untuk penerbangan dari Jeddah dan Amsterdam,” kata Dudy di Bandara Soekarno-Hatta.

​Berdasarkan hasil uji kertas (paper test), Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, menunjukkan hasil negatif dari paparan abu vulkanik dan kini dinyatakan kembali dibuka serta beroperasi normal.

​Kendati demikian, sebanyak tujuh bandara lainnya masih ditutup sementara, meliputi:

  1. ​Bandara Soekarno-Hatta (Banten);
  2. Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta);
  3. Bandara Radin Inten II (Lampung);
  4. Bandara Budiarto (Banten);
  5. Bandara Pondok Cabe (Banten);
  6. Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (Lampung); dan
  7. Bandara Husein Sastranegara (Jawa Barat). (wy)

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup