Karhutla Kawah Ijen, Babinsa Kodim 0825/Banyuwangi Turun Tangan dan Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman, sementara helikopter water bombing digunakan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat, Minggu (6/9/2026). Foto: dok/pdm.

M-Radar News, Banyuwangi – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-Ungup terus ditangani secara terpadu. Personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman, sementara helikopter water bombing digunakan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat, Minggu (6/9/2026).

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran penanganan berada di kawasan Cangkringan, Desa Sempol, Kabupaten Bondowoso. Kondisi medan yang berada di kawasan hutan dan pegunungan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman secara langsung dari darat.

Penanganan melibatkan BPBD Banyuwangi, BPBD Bondowoso, BKSDA, Perhutani, Camat Licin, Danposramil 0825-22/Licin bersama 10 personel, serta Basarnas.

Dukungan pemadaman dari udara dilakukan menggunakan helikopter Airbus AS350/H125 milik Derazona Air Service. Helikopter lepas landas dari Lanud Abdulrachman Saleh sekitar pukul 07.58 WIB untuk menuju lokasi operasi.

Sekitar pukul 09.10 WIB, helikopter mendarat di Paltuding. Tim kemudian melakukan koordinasi, pengecekan lokasi, serta menentukan titik pengambilan air dan sasaran penyiraman.

Setelah persiapan, helikopter menggunakan water bucket untuk melakukan penyiraman dari udara terhadap titik-titik api di kawasan Cangkringan.

Operasi pemadaman udara berlangsung hingga sekitar pukul 10.15 WIB. Seluruh kegiatan dilaporkan berjalan lancar dan aman. Helikopter selanjutnya tetap disiagakan di Paltuding untuk mendukung operasi lanjutan.

Babinsa Bantu Percepat Penanganan

Kehadiran Babinsa Kodim 0825/Banyuwangi bersama personel gabungan menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan Karhutla di kawasan Ijen.

Selain mendukung proses pemadaman, personel juga melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun potensi perluasan kebakaran.

Penggunaan helikopter water bombing menjadi langkah strategis, karena sejumlah titik api berada di medan yang sulit dijangkau personel dan kendaraan pemadam.

Dengan dukungan pemadaman dari darat dan udara serta koordinasi lintas instansi, penanganan Karhutla di kawasan tersebut terus dilakukan hingga seluruh titik api dapat dikendalikan dan kondisi dinyatakan aman.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup