Ratusan Warga Waru-Gedangan Padati Jasmas Reses III Anggota DPRD Sidoarjo H. Warih Andono

Ratusan Warga Waru-Gedangan Padati Jasmas Reses III Anggota DPRD Sidoarjo H. Warih Andono. Foto: dok/ist.

M-Radar News, Sidoarjo – Ratusan warga dari Kecamatan Waru dan Gedangan menghadiri kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, dalam Reses III Masa Persidangan III Tahun Anggaran 2026, Sabtu (22/8/2026) malam.

Kegiatan yang digelar di Jimate Coffee, Deltasari Indah, Kecamatan Waru, Sidoarjo, tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Sidoarjo dari Fraksi Golkar, H. Warih Andono, S.H., yang merupakan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga berakhirnya kegiatan. Para peserta tetap mengikuti seluruh rangkaian acara, termasuk sesi penyampaian aspirasi dan dialog bersama legislator.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan serta usulan pembangunan yang diharapkan dapat diperjuangkan melalui DPRD Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Warih Andono menegaskan bahwa Jasmas merupakan wadah resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencatat berbagai kebutuhan yang nantinya diperjuangkan melalui proses perencanaan pembangunan daerah.

“Semua catatan dari masyarakat ini menjadi dasar usulan yang akan kami perjuangkan di Kabupaten,” tegas Warih.

Ia menjelaskan, aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses tidak serta-merta direalisasikan pada tahun anggaran yang sama. Menurutnya, terdapat mekanisme perencanaan dan penganggaran yang harus dilalui.

“Usulan tahun 2026 dipakai untuk realisasi tahun 2028, jadi untuk reses hari ini dipakai untuk 2028,” ujarnya.

Karena itu, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam Jasmas tersebut akan menjadi bahan dalam proses perencanaan dan penganggaran untuk tahun mendatang.

Bahas Pokir DPRD

Salah satu pertanyaan yang disampaikan warga berkaitan dengan kemungkinan adanya Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD pada 2027.

Menjawab pertanyaan tersebut, Warih mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Bupati Sidoarjo. Ia memastikan akan berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Kita masih berunding dengan bupati dan kita berjuang semaksimal mungkin agar bisa. Kita berjuang bersama panjenengan yang mengusulkan, kami yang berjuang di Kabupaten,” jelasnya.

Untuk memastikan seluruh aspirasi masyarakat terdokumentasi dengan baik, Warih juga menyiapkan lembar aspirasi yang dapat diisi langsung oleh warga.

“Maka kami membuatkan suatu lembar aspirasi ini supaya apa? Supaya kita tahu benar keinginannya apa. Itulah yang nanti akan kami akomodir untuk kita usulkan menjadi pokok-pokok pikiran DPRD,” katanya.

Warih menegaskan, setiap usulan tetap harus disesuaikan dengan skala prioritas pembangunan daerah dan arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sidoarjo.

“Pasti ada prioritas sesuai dengan RPJMD-nya bupati. Juga prioritasnya sana, tapi kita juga tidak menutup kemungkinan dari berbagai program yang dilakukan,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Musrenbang

Menurut Warih, hasil Jasmas nantinya juga akan dikolaborasikan dengan aspirasi yang dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Sudah ada usulan dari Musrenbang. Nanti kita kolaborasi, kita cakup semua juga. Kadang rata-rata kalau Musrenbang sering tidak terakomodir. Sehingga saya bisa melakukan dari itu semua. Dari Jaring Aspirasi Masyarakat, Musrenbangdes dan juga yang lainnya. Itu yang kita ambil nanti,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, salah satu persoalan yang menjadi perhatian warga adalah kondisi makam Desa Waru yang lahannya terdampak pembangunan jalan frontage road.

Warga berharap, persoalan tersebut segera mendapatkan penyelesaian. Warih menjelaskan, proses penyelesaiannya saat ini masih berkaitan dengan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, terkait tingginya kehadiran masyarakat dalam kegiatan Jasmas, Warih mengaku mengapresiasi antusiasme warga Dapil VI.

“Ya, kalau dilihat ya mereka memang ini antusias sekali. Antusias sekali karena kita sering komunikasi. Sehingga kehadiran mereka sangat membutuhkan. Sangat membutuhkan dan juga ingin terealisasi yang menjadi keinginan masyarakat,” tuturnya.

Warih mengatakan, dalam setiap kegiatan reses, masyarakat yang diundang dilakukan secara bergantian. Pola tersebut diterapkan agar kesempatan menyampaikan aspirasi dapat diberikan kepada lebih banyak warga.

“Jadi kami memang suka menghadirkan masyarakat bergantian, besok bergantian. Tujuannya untuk itu,” ujarnya.

Ia berharap, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan perjuangan di tingkat legislatif dan memperoleh tindak lanjut dari pemerintah daerah.

“Harapannya pemerintah selalu merealisasikan keinginan masyarakat. Seperti itu,” pungkas Warih.

Kegiatan Jasmas Reses III tersebut diharapkan semakin memperkuat komunikasi antara masyarakat dengan DPRD Sidoarjo, sekaligus menjadi sarana untuk mengawal berbagai usulan pembangunan agar dapat direalisasikan sesuai skala prioritas dan ketentuan yang berlaku. (znr/yun)

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup