Ribuan Remaja Tangsel Terindikasi Depresi Ringan
Ribuan Remaja di Tangsel Terindikasi Depresi Ringan
M-Radar News, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menemukan gejala depresi ringan pada 2.387 remaja melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dari jumlah tersebut, 629 orang adalah pelajar tingkat SMA.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, membenarkan temuan ini berdasarkan hasil skrining yang dilakukan selama program CKG. Skrining melibatkan serangkaian pertanyaan terkait kondisi psikologis remaja, yang menunjukkan sejumlah masalah, termasuk kekhawatiran tentang masa depan dan cita-cita yang tidak tercapai.
Temuan Depresi Ringan dan Dampaknya
Benyamin menjelaskan bahwa gejala depresi ringan muncul dari jawaban para remaja terhadap pertanyaan yang diajukan dalam skrining. Kondisi ini bukan hal yang bisa diabaikan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
“Mereka dikasih beberapa pertanyaan. Dari jawaban itu disimpulkan mereka mengalami depresi,” ujar Benyamin. Ia menegaskan pentingnya edukasi dan pendampingan bagi remaja, khususnya pelajar yang masih dalam masa sekolah.
Langkah Pemerintah Kota Tangsel
Pemkot Tangsel berencana meningkatkan edukasi kesehatan mental dan memberikan pendampingan bagi remaja yang terindikasi mengalami depresi ringan. Selain itu, warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan diarahkan ke fasilitas kesehatan yang tersedia.
Selain persoalan kesehatan mental, program CKG juga mengungkap adanya remaja yang masuk kategori pradiabetes, yang diduga dipengaruhi oleh pola konsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi di kalangan pelajar.
Perhatian dari Pemerintah Provinsi Banten
Gubernur Banten, Andra Soni, turut mengapresiasi program CKG di Tangsel yang tidak hanya mendeteksi masalah kesehatan fisik tetapi juga stres dan gejala depresi pada kelompok usia muda. Ia menyoroti pentingnya deteksi dini untuk mencegah dampak lebih serius di masa depan.
Cakupan Program dan Tujuan Deteksi Dini
Hingga kini, cakupan program CKG di Tangsel telah mencapai sekitar 53 persen dari populasi. Pemerintah menggunakan pemeriksaan ini untuk mendeteksi risiko kesehatan masyarakat sejak dini, termasuk permasalahan kesehatan mental yang dialami remaja.
Program ini menjadi langkah penting dalam upaya menjaga kesehatan mental dan fisik generasi muda di Tangerang Selatan, sekaligus memberikan dasar bagi kebijakan kesehatan yang lebih efektif.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












