Kita Selalu Merasa Tertinggal, Padahal Tidak Sedang Berlomba
M-Radar News – Banyak orang merasa tertinggal dalam perjalanan hidupnya, padahal sebenarnya tidak sedang mengikuti perlombaan dengan orang lain. Perasaan ini sering muncul tanpa alasan jelas, terutama di era media sosial yang menampilkan pencapaian orang lain secara instan.
Fenomena merasa tertinggal ini berakar dari kecenderungan manusia membandingkan diri dengan orang lain, yang dijelaskan melalui Social Comparison Theory oleh psikolog Leon Festinger. Perbandingan ini bisa memotivasi jika dilakukan secukupnya, namun bila terus-menerus, justru menimbulkan ketidakpuasan meski seseorang sedang berkembang.
Media sosial memperkuat perasaan tersebut karena hanya menampilkan hasil akhir kesuksesan seseorang, tanpa memperlihatkan proses perjuangan dan kegagalan yang mereka alami. Akibatnya, banyak yang membandingkan perjalanan hidup penuh tantangan dengan potongan terbaik kehidupan orang lain.
Perbedaan Ritme Pertumbuhan Setiap Orang
Psikolog Carol Dweck melalui konsep growth mindset menegaskan bahwa tiap individu berkembang dengan kecepatan berbeda. Ada yang cepat menemukan jalan, ada yang butuh waktu lebih lama untuk belajar dan bangkit dari kegagalan. Menganggap hidup harus sesuai garis waktu yang sama dapat membuat seseorang merasa gagal, padahal keterlambatan bukan kegagalan.
American Psychological Association (APA) juga membahas dampak perbandingan sosial di era digital yang dapat memengaruhi kepuasan hidup, harga diri, dan kesehatan mental, terutama jika pencapaian orang lain dijadikan tolok ukur utama keberhasilan diri.
Fokus pada Perjalanan dan Pertumbuhan Pribadi
Rasa tertinggal seringkali bukan karena langkah kita lambat, melainkan karena terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain sehingga lupa memperhatikan perjalanan sendiri. Setiap orang memulai dari titik berbeda dengan kondisi unik, seperti bekerja sambil kuliah, menjadi tulang punggung keluarga, atau mencari pekerjaan sesuai minat dengan waktu yang berbeda-beda.
Menggunakan satu ukuran yang sama untuk membandingkan semua perjalanan ini tidak adil. Hidup tidak menyediakan garis start dan finis yang sama bagi setiap orang. Yang perlu diukur adalah apakah hari ini kita lebih baik dibandingkan kemarin, bukan seberapa cepat atau jauh orang lain melangkah.
Memahami hal ini penting untuk mengurangi perasaan tertinggal dan meningkatkan kepuasan hidup serta kesehatan mental. Fokuslah pada pertumbuhan diri sendiri daripada perlombaan yang sebenarnya tidak ada.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











