Bangunan Sekolah Memprihatinkan, SD Negeri Ketoyan Boyolali Dapat Bantuan Revitalisasi Rp1,04 Miliar
M-Radar News, Boyolali – SD Negeri Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, menjadi salah satu sasaran penerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Revitalisasi dilakukan secara menyeluruh karena kondisi bangunan sekolah dinilai sudah cukup memprihatinkan dan berpotensi membahayakan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan, mulai dari lantai kelas yang pecah, tembok yang mulai retak hingga atap dan plafon yang telah lapuk.
Kepala SD Negeri Ketoyan, Ali Muckromin menyampaikan kondisi tersebut saat Wakil Bupati (Wabup) Boyolali Dwi Fajar Nirwana meninjau langsung proyek revitalisasi sekolah, Jumat (25/9/2026). Peninjauan dilakukan setelah Wabup membagikan seragam dan lembar kerja siswa (LKS) gratis.
“Ini kemarin diajukan revitalisasi karena kondisi bangunan yang sudah sangat memprihatinkan. Lantainya sudah banyak yang pecah dan keramiknya mengelupas, temboknya sudah mulai retak, atapnya, baik genteng maupun plafon, sudah pada lapuk,” terang Ali.
Proyek revitalisasi SD Negeri Ketoyan tersebut menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp1,04 miliar. Pekerjaan dilaksanakan selama 150 hari kalender, terhitung sejak 6 Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada 2 Januari 2027.
Adapun pekerjaan revitalisasi meliputi rehabilitasi ruang kelas 1 hingga kelas 6, lima unit kamar mandi beserta sanitasinya, ruang perpustakaan, dan ruang kepala sekolah.
Selain itu, dilakukan rehabilitasi ruang guru, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), ruang laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), serta pembangunan toilet beserta sanitasinya.
Hingga Jumat (25/9/2026), progres pekerjaan revitalisasi tersebut telah mencapai sekitar 14 persen.
Selama proses revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar tidak dilakukan di gedung sekolah. Para siswa sementara mengikuti pembelajaran di rumah warga sekitar dan sejumlah fasilitas milik desa.
Ali menjelaskan, SD Negeri Ketoyan saat ini memiliki total 134 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 siswa merupakan laki-laki dan 61 siswa perempuan.
Sementara itu, Wabup Fajar meninjau langsung sejumlah bagian sekolah yang tengah direvitalisasi. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana.
Wabup berharap, proses revitalisasi dapat berjalan lancar dan diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan, sehingga para siswa dan tenaga pendidik dapat kembali menggunakan fasilitas sekolah yang lebih aman dan layak untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












