Penjualan Anjlok di China, BMW PHK Ribuan Karyawan
M-Radar News – BMW Brilliance Automotive (BBA) mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.800 karyawan atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja mereka di China.
PHK ini mulai berlaku efektif sejak 2 November 2026 dan sebagian besar menyasar pekerja lini produksi serta staf administrasi di kantor pusat yang berlokasi di Shenyang, Provinsi Liaoning.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap penurunan signifikan dalam penjualan BMW di pasar China, yang selama ini merupakan salah satu pasar utama perusahaan.
Pada kuartal I hingga III 2026, pengiriman BMW dan Mini di China turun 21,8 persen menjadi sekitar 376 ribu unit. Penurunan ini menjadi faktor utama yang mendorong perusahaan melakukan pengurangan tenaga kerja.
Para karyawan yang terdampak memiliki masa kerja beragam, mulai dari 3 hingga lebih dari 5 tahun, termasuk beberapa manajer lini depan.
Perusahaan menawarkan paket pesangon dengan skema N5, di mana komponen N dihitung berdasarkan gaji bulanan sebelum pajak dan angka 5 merupakan kelipatan dari gaji pokok tanpa bonus kinerja.
BMW hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait PHK tersebut, dan belum mengonfirmasi apakah langkah ini bagian dari restrukturisasi global.
Namun, diketahui bahwa dalam tiga tahun terakhir BMW memangkas perekrutan dan tidak memperpanjang sejumlah kontrak kerja, khususnya di kantor pusat Jerman, di mana sekitar 8 ribu karyawan direncanakan akan dikurangi, terutama di bagian administrasi, riset dan pengembangan, serta perencanaan proyek.
Penurunan kinerja finansial turut menjadi tekanan bagi BMW. Pada semester pertama 2026, laba sebelum pajak turun 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan margin EBIT segmen otomotif menurun menjadi 3,6 persen, jauh di bawah target jangka panjang perusahaan sebesar 8-10 persen.
BBA adalah perusahaan patungan antara BMW Group yang menguasai 75 persen saham dan Brilliance Group yang memiliki 25 persen. Pabrik utama BBA di Shenyang merupakan basis produksi BMW terbesar di dunia, memproduksi berbagai model seperti BMW Seri 5 versi sumbu roda panjang, i5, Seri 3, X1, X3, X5, serta iX3 dan i3 generasi Neue Klasse.
Penurunan kontribusi pasar China terhadap penjualan global BMW juga signifikan, dari 32,3 persen pada 2023 menjadi 25,4 persen pada 2025, yang turut mempengaruhi keputusan perusahaan dalam melakukan pengurangan tenaga kerja di wilayah tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.
















