Banjir dan Longsor Terjang India Utara dan Nepal: Puluhan Jiwa Melayang, Ribuan Rumah Rusak

Rumah-rumah yang terendam banjir di distrik Nuwakot, Nepal. Foto: dok/afp

M-Radar News, India – Cuaca ekstrim kembali memicu bencana kemanusiaan di Asia Selatan. Sejumlah warga dilaporkan tewas di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, menyusul curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, negara tetangga yakni Nepal, turut serta melaporkan bahwa terdapat 12 korban jiwa akibat gelombang banjir dan tanah longsor susulan.

​Komisaris Bantuan Uttar Pradesh, Hrishikesh Bhaskar Yashod menyatakan, bahwa wilayah terpadat di India tersebut mencatat curah hujan hingga 66,5 milimeter (2,6 inci) sejak Jumat hingga Minggu pagi. Angka ini melonjak drastis dari rata-rata normal yang biasanya hanya 7,6 milimeter untuk periode yang sama.

​”Kematian, di samping 46 warga yang mengalami luka-luka, terjadi selama periode hujan lebat yang luar biasa yang melanda sebagian besar wilayah Uttar Pradesh,” ujar Hrishikesh Bhaska dikutib aljazeera, pada Minggu (27/9/2026).

​Dampak Kerusakan dan Status Siaga

​• Kerusakan Infrastruktur: Lebih dari 1.000 rumah dilaporkan rusak akibat depresi cuaca di Teluk Benggala yang bergerak ke daratan dan memicu peningkatan curah hujan masif.

​• Evakuasi Massal: Di negara bagian Odisha, India timur, lebih dari 70.000 warga di kawasan dataran rendah dievakuasi setelah sungai meluap. Otoritas juga terpaksa menutup destinasi wisata populer Devkund akibat jembatan dan gorong-gorong yang rusak.

​• Sungai Meluap: Komisi Air Pusat India melaporkan 30 stasiun pemantauan di tujuh negara bagian berada dalam situasi kritis. Sungai-sungai utama seperti Ganga, Gandak, Kosi, Bagmati, dan Narmada telah melewati ambang batas bahaya.

​Situasi Kritis di Nepal

​Di Nepal, bencana baru ini memperparah luka setelah banjir dahsyat pada akhir Agustus lalu menewaskan lebih dari 1.400 oKamis

Gelombang banjir dan longsor terbaru sejak Kamis, telah merenggut sedikitnya 12 nyawa dengan sejumlah orang masih dinyatakan hilang.

​• Peringatan Dini: Pihak berwenang menetapkan status siaga banjir bandang di 49 dari 77 distrik, dengan separuh wilayah di antaranya menghadapi risiko tinggi.

​• Krisis Energi: Pasokan listrik lumpuh di distrik Manang, Mustang, Myagdi, dan Baglung.

Menteri Sumber Daya Air dan Energi, Biraj Bhakta Shrestha menyebutkan, bahwa banjir Sungai Rahuganga turut merusak struktur dan menara transmisi proyek PLTA berkapasitas 40 megawatt.

​Meski demikian, juru bicara Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana, Shanti Mahat meminta wilayah Rasuwa dan Nuwakot untuk tetap waspada meski saat ini tidak lagi dikategorikan sebagai zona berisiko tinggi.

​Sebagai informasi, Uttar Pradesh dan wilayah sekitarnya merupakan kawasan yang rutin dilanda badai petir dan curah hujan tinggi selama musim monsun tahunan yang berlangsung dari Juni hingga September.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup