Ketika Banjir Mengubah Cara Nepal Melepas Jenazah

Ketika Banjir Mengubah Cara Nepal Melepas Jenazah

M-Radar News, Nepal – Banjir bandang yang melanda Nepal telah memaksa perubahan dalam cara pengurusan jenazah, terutama bagi ratusan korban yang ditemukan pascabanjir. Sebagian jenazah kini dikuburkan sementara setelah diambil sampel DNA dan ditandai, sebagai langkah untuk memudahkan identifikasi keluarga di masa depan.

Biasanya, mayoritas penduduk Nepal yang beragama Hindu melakukan kremasi jenazah di atas kayu bakar. Namun, kondisi darurat akibat banjir menyebabkan pihak berwenang melakukan penguburan sementara. Penguburan ini dilakukan agar jenazah dapat disimpan dengan aman dan keluarga korban dapat mengambilnya kelak untuk melakukan kremasi sesuai tradisi.

Amrit Bahadur Rai, pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Nepal, menyatakan bahwa seluruh jenazah yang dikuburkan telah dicatat dengan cermat untuk memastikan data yang akurat. Tim medis juga mengambil sampel DNA setiap korban sebelum penguburan, sehingga memungkinkan pencocokan data dengan keluarga di masa mendatang dan pelaksanaan ritual yang diperlukan.

Data terbaru dari kementerian penanggulangan bencana Nepal mencatat sebanyak 752 jenazah telah ditemukan dan 2.502 orang masih hilang. Dari jumlah tersebut, 589 adalah warga negara asing yang belum diketahui nasibnya. Rai menyampaikan bahwa penguburan jenazah ini mengikuti protokol standar internasional dari ICRC (Palang Merah) terutama untuk jenazah yang tidak dapat dikenali.

Karena banyaknya jenazah yang harus ditangani dan mulai membusuk, pemerintah Nepal mengalami kesulitan dalam penyimpanan. Oleh sebab itu, mereka telah meminta bantuan internasional untuk penyediaan unit penyimpanan pendingin dan perangkat tes DNA. Rai menyebutkan bahwa lebih dari seribu unit pendingin dibutuhkan untuk menjaga jenazah tetap dalam kondisi yang layak sebelum dapat diserahkan kepada keluarga.

Langkah penguburan sementara ini juga diambil demi menjaga kesehatan masyarakat agar tidak terjadi penyebaran penyakit akibat jenazah yang membusuk di lokasi bencana. Prosedur ini menjadi solusi darurat yang mengedepankan aspek kemanusiaan dan kesehatan, sekaligus menghormati kepercayaan dan tradisi masyarakat Nepal.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup