Demokrat Kuasai Kongres AS, Kekalahan Partai Trump Picu Tekanan Perubahan Kebijakan
M-Radar News, Internasional – Hasil pemilihan paruh waktu (midterm elections) Amerika Serikat (AS), pada 3 November 2026, membawa perubahan besar dalam peta politik negara tersebut.
Partai Demokrat berhasil merebut kendali DPR dan Senat dari Partai Republik, sehingga mempersempit ruang politik Presiden Donald Trump dalam menjalankan agenda pemerintahannya.
Kemenangan Demokrat tersebut menjadi, pukulan politik bagi Partai Republik yang sebelumnya menguasai kedua kamar Kongres.
Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, Demokrat berhasil memperoleh sedikitnya 54 kursi Senat dan melampaui ambang mayoritas 218 kursi di DPR, sementara penghitungan sejumlah daerah pemilihan masih berlangsung.
Berdasarkan laporan Reuters, Demokrat berhasil membalikkan sejumlah wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi basis kuat Partai Republik.
Texas, Kansas, dan South Carolina termasuk negara bagian yang mencatat kemenangan penting bagi Demokrat dalam perebutan kursi Senat.
Di Texas, James Talarico berhasil merebut kursi Senat yang sebelumnya dikuasai Partai Republik. Kemenangan tersebut menjadi catatan politik tersendiri, karena Demokrat terakhir kali memenangkan pemilihan Senat di negara bagian itu pada 1988.
Selain itu, Demokrat juga mencatat kemenangan di Kansas dan South Carolina. Hasil tersebut memperlihatkan perubahan dukungan pemilih di sejumlah wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai basis Partai Republik.
Sementara Associated Press (AP) dan BBC melaporkan, persoalan ekonomi, kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, serta kebijakan pemerintahan Trump menjadi sejumlah isu yang memengaruhi dinamika pemilihan.
Keterlibatan Amerika Serikat (AS), dalam perang dengan Iran, turut menjadi sorotan karena berdampak terhadap kondisi ekonomi dan harga energi.
Donald Trump mengakui persoalan perang dengan Iran, ikut memengaruhi hasil pemilihan. Namun, ia tetap mempertahankan keputusan pemerintahannya terkait kebijakan tersebut.
Presiden AS itu juga menilai, bahwa kualitas kandidat Partai Republik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kekalahan partainya.
Sementara itu, kemenangan Demokrat membuka peluang bagi partai tersebut untuk memperketat pengawasan terhadap pemerintahan Trump.
Dengan menguasai DPR dan Senat, Demokrat memiliki posisi strategis dalam pembahasan undang-undang, pengawasan anggaran, serta penyelidikan terhadap kebijakan dan aktivitas pemerintahan federal.
Media reuters juga menyebut, perubahan komposisi Kongres juga berpotensi memunculkan kebuntuan politik selama dua tahun terakhir masa jabatan Trump.
Partai Demokrat dapat menghambat sejumlah agenda legislatif pemerintah, sedangkan Trump tetap memiliki kewenangan untuk menggunakan hak veto terhadap rancangan undang-undang yang disetujui Kongres.
Perubahan kekuatan politik tersebut diperkirakan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintahan Trump, menjelang pemilihan presiden 2028.
Namun, hasil pemilihan paruh waktu ini sekaligus memberikan kesempatan bagi Demokrat untuk memperkuat pengaruh politiknya di tingkat nasional.
Kongres baru hasil pemilihan 2026 dijadwalkan mulai menjalankan tugas pada 3 Januari 2027. Hingga saat itu, Partai Republik masih memegang kendali kedua kamar Kongres dalam masa transisi.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.















