Sarkofagus Peninggalan Zaman Megalitikum Ditemukan di Desa Bengkel, Jadi Jejak Kehidupan Prasejarah
M-Radar News, Buleleng – Jejak kehidupan masyarakat pada masa prasejarah masih dapat ditemukan di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Salah satu peninggalan bersejarah yang tersimpan di desa tersebut berupa sarkofagus atau peti kubur batu yang menjadi bukti adanya tradisi megalitikum di kawasan itu.
Benda purbakala berbentuk menyerupai telur tersebut ditemukan sekitar 2006 di Banjar Salin, Desa Bengkel. Penemuan bermula ketika sejumlah pekerja melakukan pengerukan dan perataan tanah milik warga yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan serta pembuatan batu bata merah.
Jro Made Widiasa, tetua sekaligus tokoh adat setempat menjelaskan, bahwa keberadaan sarkofagus pertama kali diketahui setelah pekerja menemukan batu cadas berukuran besar di bawah gundukan tanah.
Penggalian yang semula dilakukan untuk pemerataan lahan, tapi justru mengungkap keberadaan benda yang diduga kuat merupakan peninggalan masa prasejarah tersebut.
“Awalnya ada gundukan tanah yang diratakan untuk perumahan. Ketika digali, pekerja menemukan batu cadas berukuran besar. Setelah terus digali, barulah terlihat wujud sarkofagus tersebut,” ungkap Jro Made Widiasa, Sabtu (7/11/2026).
Secara fisik, sarkofagus itu memiliki panjang sekitar 1,5 meter. Bentuknya bulat polos tanpa ukiran ataupun ornamen hiasan. Dari karakteristik bentuknya, benda tersebut disebut memiliki kemiripan dengan sarkofagus yang pernah ditemukan di kawasan Gilimanuk.
Dalam tradisi megalitikum, sarkofagus dikenal sebagai salah satu bentuk wadah penguburan jenazah yang dibuat dari batu. Peninggalan semacam ini memiliki nilai penting dalam kajian arkeologi karena dapat memberikan gambaran mengenai tradisi pemakaman, kepercayaan, serta kehidupan sosial masyarakat pada masa lampau.
Bagi masyarakat Desa Bengkel, temuan tersebut menjadi petunjuk penting untuk menelusuri sejarah panjang wilayah mereka. Keberadaan sarkofagus membuka kemungkinan adanya komunitas masyarakat yang telah berkembang di kawasan tersebut sejak masa prasejarah.
“Temuan ini menjadi dasar bagi kami untuk melakukan eksplorasi dan penelitian lebih lanjut. Hal ini membuktikan bahwa ada kehidupan dan komunitas masyarakat yang berkembang di Desa Bengkel sejak zaman prasejarah, perkiraannya berasal dari tradisi megalitikum,” tambahnya.
Namun, perjalanan mengungkap nilai sejarah peninggalan tersebut menghadapi sejumlah kendala. Ketika pertama kali ditemukan, beberapa pecahan tembikar yang berada di sekitar lokasi justru sempat terbuang sehingga tidak seluruhnya dapat diteliti untuk mengungkap keterkaitannya dengan sarkofagus.
Di sisi lain, munculnya cerita mistis di tengah masyarakat, termasuk pengalaman sejumlah warga yang mengalami kerauhan atau kesurupan, turut menjadi tantangan dalam proses penelusuran lebih lanjut.
Meski demikian, upaya menggali informasi sejarah peninggalan tersebut mulai dilakukan dengan melibatkan tim ahli dan kalangan akademisi.
Penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai asal-usul, fungsi, serta keterkaitan sarkofagus dengan perkembangan kehidupan masyarakat di Desa Bengkel.
Sampai saat ini, sarkofagus tersebut masih tersimpan dan dilestarikan di Banjar Salin, Desa Bengkel. Peninggalan itu bukan sekadar benda purbakala, melainkan bagian dari warisan sejarah desa yang memiliki nilai penting untuk dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.
















