BYD M9 PHEV vs Denza D9 EV, Mana yang Lebih Unggul? Ini Perbedaannya
M-Radar News – Persaingan di segmen MPV premium elektrifikasi semakin menarik. BYD M9 mulai mencuri perhatian sebagai model yang berpotensi menjadi penantang Denza D9, yang saat ini telah dipasarkan di Indonesia.
Meski sama-sama berada dalam ekosistem BYD, kedua MPV tersebut memiliki karakter berbeda. BYD M9 mengusung teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) melalui sistem DM-i, sedangkan Denza D9 yang dijual di Indonesia menggunakan sistem battery electric vehicle (BEV) atau mobil listrik murni.
Perbedaan teknologi penggerak tersebut membuat keduanya memiliki keunggulan masing-masing, terutama dalam hal fleksibilitas perjalanan dan jarak tempuh.
Dimensi Denza D9 Lebih Besar
• Dari sisi ukuran, Denza D9 memiliki bodi yang lebih besar dibandingkan BYD M9.
• BYD M9 memiliki panjang 5.145 mm, lebar 1.970 mm, tinggi 1.805 mm, serta wheelbase 3.045 mm.
• Sementara Denza D9 memiliki panjang 5.250 mm, lebar 1.960 mm, tinggi 1.920 mm, dan wheelbase 3.110 mm.
Artinya, Denza D9 unggul dari sisi panjang, tinggi, serta jarak sumbu roda. Namun, BYD M9 sedikit lebih lebar.
• Dari kapasitas penumpang, M9 yang akan diperkenalkan di Australia pada tahap awal hadir dengan konfigurasi tujuh kursi.
BYD M9 Mengandalkan Teknologi PHEV
BYD M9 menggunakan sistem DM-i Super Hybrid yang memadukan mesin bensin 1,5 liter turbo dengan motor listrik.
Di pasar tertentu, model ini dikenal sebagai BYD Xia. Untuk pasar Australia, BYD telah mengonfirmasi M9 akan mulai diperkenalkan pada kuartal IV 2026.
Varian Premium yang hadir lebih dahulu menggunakan baterai Blade Battery LFP berkapasitas 36,6 kWh. BYD mengklaim model tersebut mampu menempuh jarak hingga 145 km dalam mode listrik dan hingga 850 km untuk jarak kombinasi berdasarkan standar WLTP.
Konfigurasi tersebut membuat M9 memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen yang menginginkan kendaraan elektrifikasi, tetapi tetap membutuhkan mesin bensin untuk perjalanan jauh.
Denza D9 Tawarkan Penggerak Listrik Murni
Sementara itu, Denza D9 yang telah resmi dijual di Indonesia mengandalkan tenaga listrik sepenuhnya.
D9 dibekali baterai Blade Battery berkapasitas sekitar 103 kWh dengan motor listrik depan berdaya 230 kW atau sekitar 310 PS. Torsi maksimumnya mencapai 360 Nm.
Berdasarkan data produk di Indonesia, Denza D9 memiliki jarak tempuh hingga sekitar 580 km dan mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 9,5 detik. Harga OTR Jakarta untuk model tersebut tercatat Rp950 juta.
D9 juga menawarkan sejumlah fitur yang menyasar kenyamanan penumpang, terutama pada kabin baris kedua. Model ini dilengkapi kursi captain seat dengan berbagai pengaturan kenyamanan, sistem audio premium, serta teknologi suspensi yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.
BYD M9 Belum Dijual di Indonesia
Meski mulai mendapatkan perhatian di sejumlah pasar, BYD M9 hingga September 2026 belum resmi dipasarkan di Indonesia.
Kepastian mengenai harga maupun spesifikasi M9 untuk pasar Indonesia juga belum tersedia.
Untuk saat ini, pasar Australia menjadi salah satu tujuan ekspansi M9. BYD telah memastikan model tersebut masuk ke pasar Australia pada kuartal IV 2026, dengan varian Premium tujuh penumpang sebagai model yang diluncurkan terlebih dahulu.
Jika suatu saat resmi masuk ke Indonesia, BYD M9 berpotensi menjadi alternatif baru di kelas MPV premium elektrifikasi.
Dengan teknologi PHEV, M9 menawarkan fleksibilitas penggunaan antara tenaga listrik dan mesin bensin. Sementara Denza D9 lebih menonjolkan pengalaman berkendara listrik murni, dimensi yang lebih besar, serta kabin premium.
Kehadiran M9 nantinya diprediksi dapat membuat persaingan di segmen MPV premium elektrifikasi Indonesia semakin ketat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











