Kapal Tunda Tenggelam di Busan, 1 WNI Selamat dan 1 Masih Hilang
M-Radar News, Busan – Kapal tunda bernama TNS Catcher tenggelam di perairan Busan, Korea Selatan. Kapal berbobot 286 ton tersebut membawa delapan awak, termasuk dua warga negara Indonesia (WNI).
Dalam insiden tersebut, satu WNI berhasil diselamatkan. Sementara satu WNI lainnya masih dalam pencarian bersama sejumlah awak kapal lainnya.
TNS Catcher terbalik sekitar pukul 13.29 waktu setempat atau 11.29 WIB, sekitar 9 kilometer sebelah tenggara Oryukdo, Busan. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari dermaga kapal pemerintah di Pelabuhan Busan sekitar pukul 10.15 waktu setempat untuk menarik sebuah kapal niaga yang mengalami kecelakaan.
Dari total delapan awak kapal, enam di antaranya merupakan warga negara Korea Selatan dan dua lainnya WNI.
Seorang WNI berusia 53 tahun berhasil diselamatkan oleh kapal niaga yang berada di sekitar lokasi sekitar 20 menit setelah TNS Catcher terbalik. Korban kemudian mendapat penanganan dan dilaporkan dalam kondisi stabil serta tidak mengalami luka yang mengancam jiwa.
Sementara itu, seorang awak kapal berkewarganegaraan Korea Selatan ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kapal yang terbalik. Ia berhasil dievakuasi oleh petugas penjaga pantai dan dibawa ke rumah sakit, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Dengan demikian, enam awak kapal lainnya, termasuk satu WNI, masih dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian.
Penjaga Pantai Korea Selatan mengerahkan 13 kapal patroli dan penyelamat, pesawat, serta unit penyelamat khusus untuk menyisir lokasi kejadian. Operasi tersebut juga mendapat dukungan dari Angkatan Laut Korea Selatan, kapal pemerintah, dan sejumlah kapal sipil.
Namun, proses pencarian menghadapi kondisi laut yang cukup menantang. Gelombang di sekitar lokasi mencapai 1 hingga 1,5 meter, sedangkan angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan sekitar 4 hingga 6 meter per detik.
TNS Catcher kemudian tenggelam sepenuhnya sekitar pukul 15.27 waktu setempat atau sekitar dua jam setelah terbalik. Kapal tersebut berada di perairan dengan kedalaman sekitar 87 meter.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah memerintahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan para awak kapal yang masih hilang.
Pemerintah Kota Busan juga menggelar rapat darurat dan mengaktifkan pusat penanggulangan bencana. Pemerintah setempat turut menyiapkan layanan penerjemah darurat untuk membantu warga negara asing yang terdampak insiden tersebut.
Operasi pencarian terhadap enam awak kapal yang masih hilang, termasuk satu WNI, hingga kini masih dilakukan oleh tim gabungan. Kondisi cuaca dan kedalaman perairan menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi dan pencarian korban.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












