Iran Laporkan Kehilangan 100 Pesawat Selama Perang dengan AS, Penerbangan Tetap Berjalan
M-Radar News – Iran melaporkan kehilangan sekitar 100 pesawat selama konflik dengan Amerika Serikat (AS), namun tetap memastikan layanan penerbangan dan transportasi lainnya berjalan untuk menjaga mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok.
Menteri Jalan dan Pembangunan Perkotaan Iran, Farzaneh Sadeq, menyatakan bahwa serangan selama perang tidak hanya menargetkan infrastruktur bandara, tetapi juga fasilitas listrik, air, dan ketahanan masyarakat. Kementerian terkait langsung melakukan upaya pemulihan agar fasilitas dapat segera beroperasi kembali.
Meskipun kehilangan puluhan pesawat, Iran Air tetap mengoperasikan penerbangan haji dengan delapan pesawat selama periode konflik. Selain itu, layanan kereta api, jalan raya, dan pelabuhan dipertahankan agar aktivitas penumpang dan distribusi barang penting tidak terganggu.
Serangan juga meluas ke sekitar 400 kota di 25 provinsi di Iran menurut keterangan Sadeq. Dalam konteks yang lebih luas, ketegangan antara Iran dan AS terus berlanjut, dengan Amerika Serikat dan Iran didesak oleh Sekjen PBB Antonio Guterres untuk melanjutkan negosiasi damai guna mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
Selain itu, isu ketegangan regional juga muncul terkait klaim Iran bahwa tiga pilotnya ditahan oleh Qatar setelah pesawat mereka jatuh. Qatar membantah keras tuduhan tersebut, menyatakan tidak pernah menahan para pilot tersebut. Konflik ini menunjukkan kompleksitas hubungan antarnegara di kawasan dan tantangan diplomatik yang harus dihadapi.
Di sisi lain, AS juga mengalami kerugian signifikan dengan hilangnya 45 drone pengintai dan penyerang MQ-9 Reaper selama konflik, dengan nilai kerugian mencapai lebih dari 1,3 miliar dolar AS. Kerugian ini tidak hanya berasal dari serangan musuh tetapi juga kegagalan komunikasi pada beberapa drone.
Perang yang berkepanjangan ini menimbulkan dampak luas terhadap sektor militer dan sipil, termasuk infrastruktur transportasi dan keamanan regional. Upaya diplomatik terus dilakukan untuk meredakan ketegangan dan menghindari eskalasi lebih lanjut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











