Trump Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Iran: Tetap Milik Kami

Trump Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Iran: Tetap Milik Kami. Foto: istimewa

M-Radar News – Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini menyatakan akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah kekuasaan AS setelah mengalahkan Iran dalam konflik yang tengah berlangsung. Pernyataan ini menimbulkan respons keras dari Iran yang menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali mereka.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, vital untuk perdagangan dan pasokan energi global. Perseteruan antara AS dan Iran atas kendali jalur ini telah menjadi titik ketegangan utama sejak perang antara kedua negara dimulai pada Februari 2026.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi menolak klaim Trump dan menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak dapat direbut hanya melalui pernyataan politik, kapal induk, atau pidato kampanye.

Ia menegaskan, bahwa jalur perairan strategis itu saat ini, dan akan tetap, menjadi milik Iran. Iran juga menekankan bahwa Selat Hormuz hanya dapat dibuka atau ditutup atas perintah mereka, dan tidak akan mengakui klaim AS atas wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Gharibabadi menilai AS harus mengakui kekalahan strategisnya dalam menghadapi Iran dan menyatakan bahwa Iran tidak takut dengan ancaman atau aksi unjuk kekuatan dari Washington.

Di sisi lain, Trump menyebutkan, bahwa Angkatan Laut AS telah memberlakukan blokade total terhadap Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya untuk melemahkan posisi Iran. Ia juga mengklaim akan segera secara resmi menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah kemenangan atas Iran.

Menanggapi situasi ini, Menteri Luar Negeri Iran, Araghchi menyatakan, bahwa pembicaraan teknis dengan Oman terkait pengelolaan rute maritim di Selat Hormuz sedang berlangsung.

Namun, ia menegaskan, bahwa diskusi ini terpisah dari negosiasi gencatan senjata dengan AS dan tidak bermaksud membuka seluruh jalur air atau mengakhiri perang.

Perselisihan atas Selat Hormuz memiliki dampak luas terhadap stabilitas geopolitik dan keamanan energi global. Jalur ini adalah pintu gerbang utama bagi pengiriman minyak dan gas dari Timur Tengah ke pasar dunia, sehingga ketegangan di wilayah ini berpotensi memengaruhi harga bahan bakar dan inflasi global.

Pernyataan Trump dan tanggapan Iran menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah menimbulkan kekhawatiran internasional, mengenai keamanan pelayaran dan stabilitas kawasan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup