Serangan Drone Rusia Hantam Dua SPBU di Kyiv, Dua Orang Tewas

Sebuah SPBU yang hancur akibat serangan udara di Kyiv. Foto: dok/aljazeera/afp.

M-Radar News, Internasional – Serangan pesawat tanpa awak atau drone Rusia menghantam dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kyiv, Ukraina. Serangan tersebut menyebabkan dua orang tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko mengatakan, dua kebakaran terjadi di Distrik Obolonskyi dan Dniprovskyi dalam rentang waktu sekitar 10 menit. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah sirene peringatan serangan udara berbunyi.

“Satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan korban lainnya dinyatakan meninggal setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Selain itu, enam orang harus menjalani perawatan medis di rumah sakit,” ujar Vitali dikutib aljazeera, Jumat (11/9/2026).

Serangan terhadap SPBU di Kyiv juga terjadi sehari sebelumnya. Rentetan serangan tersebut mengindikasikan adanya peningkatan serangan Rusia terhadap fasilitas sipil di ibu kota Ukraina.

Pihak berwenang Ukraina sebelumnya telah mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas pengisian bahan bakar ketika sirene peringatan serangan udara berbunyi.

Serangan terhadap SPBU selama ini juga kerap terjadi di wilayah dekat garis depan pertempuran di Ukraina bagian timur dan selatan. Otoritas Ukraina telah memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil dapat meluas ke wilayah ibu kota sebagai bagian dari upaya menebar ketakutan di tengah masyarakat.

Baik Rusia maupun Ukraina, membantah sengaja menargetkan warga sipil dalam perang yang dimulai setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Namun, kedua negara terus terlibat dalam serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone.

Selain Kyiv, serangan drone Rusia pada malam sebelumnya juga dilaporkan menghantam kawasan dekat sebuah pusat perbelanjaan di Pavlohrad. Serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 67 lainnya.

Di Zaporizhzhia, seorang ibu dan anaknya juga terluka setelah sebuah drone menghantam gedung apartemen dan pusat perbelanjaan.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha menetapkan Jumat sebagai hari berkabung nasional. Sehari sebelumnya, Sybiha mengecam serangan Rusia yang disebutnya menyasar kawasan sipil dengan tujuan menimbulkan ketakutan.

“Rusia secara sistematis menyerang tempat-tempat di mana mereka tahu orang-orang akan menghabiskan waktu mereka untuk menjalani kehidupan sehari-hari, dengan tujuan memaksimalkan korban jiwa, menyebarkan ketakutan, dan menekan masyarakat Ukraina,” kata Sybiha.

Di sisi lain, Ukraina juga melancarkan serangan drone dalam skala besar sepanjang malam.

Kementerian Pertahanan Rusia, mengklaim pasukannya telah menembak jatuh 777 drone Ukraina yang terdeteksi di 16 wilayah.

Di Tula, wilayah yang berada di sebelah selatan Moskow, dua orang dilaporkan tewas dan tiga lainnya terluka akibat serangan drone, menurut keterangan otoritas setempat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup