AMGA Gelar Aksi Unjuk Rasa Tuntut AQUA Karena Rugikan Warga

JATENG, (M-RADARNEWS),-                  Massa berjumlah seratusan orang lebih yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Gugat Aqua (AMGA), menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik Aqua Klaten di Jalan Cokro-Delanggu, Desa Wangen, Polanharjo, Klaten, pada Jumat, (24/02/2023).

Aksi itu dilakukan karena mereka menganggap perusahaan air minum terbesar di Indonesia tersebut telah melakukan monopoli usaha dan merugikan masyarakat sekitar.

Aksi AMGA di gelar seusai Sholat Jumat. Menggunakan sebuah truk tronton dan puluhan sepeda motor dari markas AMGA garasi Bintang Jaya Cokro Tulung, massa bergerak menuju pabrik Aqua Cabang Klaten yang ada di Jalan Cokro-Tulung, Desa Wangen Polanharjo.

Di tengah guyuran hujan deras setelah menempuh waktu sekitar 15 menit, massa AMGA tiba di pabrik Aqua tersebut. Massa lalu berkumpul di depan pintu utama tempat keluar masuk truk-truk pengangkut Aqua, sehingga praktis akibat adanya demo kegiatan di hentikan karena gerbang juga di tutup petugas keamanan Pabrik Aqua.

Dalam aksinya, para demonstran ikut membawa spanduk-spanduk bertuliskan kecaman dan gunungan ogoh-ogoh terbuat dari botol Aqua. Aksi itu sendiri mendapat penjagaan dari puluhan aparat, baik dari Polsek Polanharjo dan Polres Klaten.

Sementara itu, dalam orasi yang dilakukan di atas truk tronton Sekretaris Aksi Abdullah Ihsan mengatakan, bahwa aksi itu dilakukan akibat dugaan monopoli usaha yang dilakukan pabrik Aqua, khususnya yang beroperasi di Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo, Klaten.

Selain itu, ia menganggap pabrik Aqua bersikap tidak adil, sebab meskipun mempekerjakan warga sekitar juga tetapi tidak ada yang memegang posisi tinggi, “Pekerja dari warga hanya dijadikan buruh,” ujarnya.

Ia menambahkan, pabrik Aqua Klaten juga di anggap melanggar karena telah mengoperasikan sumur 2 meskipun belum ada izin dari Pemda Klaten. Akibatnya, pemerintah daerah diduga merugi miliaran rupiah akibat tindakan ilegal pabrik Aqua.

Menurut Ihsan, sebelum pabrik Aqua di Klaten beroperasi 20 tahun lalu, air melimpah di daerah sekitar. Namun sejak beroperasi, air menjadi berkurang. “Keberadaan pabrik Aqua tidak mensejahterakan warga, tapi sebaliknya merugikan,” paparnya.

Aksi itu semakin ramai dengan kedatangan puluhan pendemo dan sebuah truk tronton yang diletakkan berjajar dengan truk tronton pertama yang ada di depan pabrik Aqua.

Semula massa AMGA berupaya bertemu management perusahaan Aqua tersebut, namun tidak berhasil. Aksi itu sendiri berakhir, namun pendemo berjanji akan terus menggelar aksi sampai mereka bisa bertemu perwakilan pabrik Aqua dan menyampaikan tuntutannya. (dan)

Tutup