Israel Serang Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Suriah, Turki dan AS Kecam Keras

Israel Serang Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Suriah, Turki dan AS Kecam Keras. Foto: istimewa

M-Radar News – Israel melancarkan serangan udara delapan kali terhadap Pangkalan Udara Militer Abu al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah, pada Selasa (18/8/2026) dini hari. Serangan ini menargetkan landasan pacu dan infrastruktur pangkalan, menyebabkan kerusakan material namun tanpa korban jiwa.

Serangan tersebut memicu kecaman keras dari Turki dan Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan serangan Israel merusak integritas wilayah dan persatuan Suriah serta menyerukan masyarakat internasional mengambil sikap tegas untuk mengakhiri agresi tersebut.

Sementara Utusan Khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengutuk aksi tersebut sebagai eskalasi yang tidak perlu dan tidak mendukung stabilitas kawasan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengonfirmasi serangan itu dan menyatakan tindakan militer tersebut sebagai respons atas dugaan rencana penempatan pasukan Turki di pangkalan udara tersebut.

Netanyahu menilai kehadiran militer Turki di lokasi itu mengancam keamanan Israel dan menegaskan Israel tidak akan mentolerir ancaman tersebut.

Pangkalan Udara Abu al-Duhur sendiri telah tidak beroperasi penuh sejak 2012 akibat kerusakan selama perang saudara di Suriah. Namun, dalam satu setengah tahun terakhir, pemerintah Suriah di bawah Presiden Ahmad al-Sharaa mulai mengupayakan pemulihan fasilitas tersebut sebagai bagian dari memperkuat kapasitas militer udara.

Insiden ini menambah ketegangan yang sudah tinggi di kawasan, terutama antara Israel dan Turki yang selama ini memiliki hubungan yang tegang akibat konflik regional dan tuduhan dukungan terhadap kelompok bersenjata.

Turki dan Suriah juga baru-baru ini membentuk kerja sama zona bebas di Idlib untuk mendukung stabilitas lokal di tengah ancaman eskalasi militer.

Sejak tumbangnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, Israel meningkatkan frekuensi serangannya di berbagai wilayah Suriah, termasuk pendudukan zona demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan untuk mengawasi pergerakan kelompok yang dianggap radikal.

Pemerintah Suriah mengecam keras serangan Israel sebagai pelanggaran kedaulatan dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan tegas.

Serangan ini juga menunjukkan dinamika geopolitik kompleks di Suriah, yang melibatkan berbagai aktor regional dan internasional, termasuk Turki, Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara lain yang berkepentingan di kawasan Timur Tengah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup