Bertepatan Peringatan Hari Lahir Pancasila, Gubernur Ganjar Resmikan Alun-alun Pancasila di Boyolali
JATENG, (M-RADARNEWS),- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pronowo meresmikan Alun-Alun Pancasila yang berada di Kecamatan Cepogo. Peresmian tersebut sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, pada Kamis, 1 Juni 2023.
Acara peresmian tersebut juga dihadiri Bupati Boyolali M. Said Hidayat, Wakil Bupati (Wabup) Boyolali Wahyu Irawan, Ketua DPRD Kabupaten Boyolali Marsono dan jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali.
“Boyolali punya monumen yang cukup bagus. Lambang negara kita burung garuda persis di depan Gunung Merapi dan ini bagian dari taman pancasila yang bisa dipakai masyarakat untuk berkegiatan,” kata Ganjar di lokasi.
Gubernur Ganjar mengajak seluruh masyarakat untuk saling bantu membantu, saling bahu membahu, saling memeras keringat bersama antara yang tua dan yang muda, antara yang kaya dan yang tidak punya, antara pemerintah pusat sampai tingkat desa.
“Pembangunan lewat jalan persatuan. Itulah yang namanya gotong royong. Tidak memandang ras, suku, agama maupun golongan, karena siapapun yang berdiri di bawah kibaran bendera Merah Putih memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, yakni menjaga dan mengamalkan Pancasila,” tegas Gubernur.
Gubernur Ganjar didampingi Bupati Boyolali meresmikan Alun-Alun Pancasila ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pelepasan sebanyak 17 burung merpati, 8 burung perkutut, dan 45 burung pipit yang merupakan simbol dari jumlah bulu pada burung garuda Indonesia.
Diakhir acara, Gubernur Ganjar juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut antara lain, bantuan RTLH dengan total sejumlah Rp 12,8 Miliar, bantuan keuangan desa dengan total Rp 50,9 Miliar, serta beberapa laptop dan bantuan peralatan penunjang pertanian.
Sebagai informasi, Alun-alun Pancasila dilengkapi dengan patung Garuda megah menghadap Gunung Merapi. Patung ini terbuat dari tembaga dan kuningan kerajinan Desa Tumang.
Di samping patung Garuda dibangun dinding kokoh, untuk sebelah kanan dilengkapi dengan aksen lambang sila pertama hingga kelima dan sebelah kiri aksen tulisan sila pertama hingga kelima.
Di sisi selatan patung, terdapat 15 kios yang nantinya akan diisi dengan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal Kecamatan Cepogo. Dan, satu kios lagi akan disediakan bagi masyarakat difabel Kecamatan Cepogo. (rd/*)
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.








