Dihadiri Gubernur Koster, DPRD Sampaikan Pendapat Akhir LKPJ Provinsi Bali Tahun 2022
BALI, (M-RADARNEWS),- Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Rapat Paripurna ke-13 dipimpin Ketua DPRD Provinsi Bali N. Adi Wiryatama dengan agenda Pendapat Akhir DPRD Provinsi Bali Terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Provinsi Bali tahun 2022, pada Selasa (02/05/2023).
Dalam rapat paripurna tersebut, dihadapan Gubernur Bali, Koordinator Pembahasan LKPJ Kepala Daerah Provinsi Bali tahun 2022 Gede Kusuma Putra mengucapkan selamat merayakan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2023, semoga dunia pendidikan dan SDM Bangsa Indonesia dan Bali khusunya kedepan semakin handal, maju dan berbudaya serta berdaya saing global.
Kusuma Putra mengungkapkan, bahwa sepanjang tahun 2022 perekonomian Bali telah mencapai pertumbuhan sebesar 4,84 persen, meningkat dibandingkan tahun 2021 yang mengalami kontraksi sebesar 2,46 persen dan tahun 2020 juga mengalami pertumbuhan negatif 9,34 persen. Pada tahun 2022, dari sektor lapangan usaha sebagai pertumbuhan ekonomi, ada sebanyak 13 lapangan usaha berkinerja positif.
Lanjut Kusuma Putra, Lapangan Usaha berkinerja Positif diantaranya: Transportasi dan Pergudangan 21,55 persen; Pengadaan listrik dan gas 16,02 persen; dan Penyediaan akomodasi dan makan minum 13,84 persen. Selanjutnya, PDRB per Kapita Provinsi Bali tahun 2022 mencapai Rp55,54 juta, naik dibandingkan PDRB per Kapita tahun 2021 sebesar Rp50,53 juta. Untuk indeks gini Provinsi Bali tahun 2022 sebesar 0,363, lebih baik dibandingkan tahun 2021 sebesar 0,378.
“Sedangkan persentase penduduk miskin di Bali berdasarkan data BPS September 2022 sebesar 4,53 persen, menurun dibandingkan tahun 2021 sebesar 4,72 persen. Angka ini merupakan yang terendah di antara Provinsi lainnya di Indonesia. Jika dibandingkan dengan angka nasional, jumlah Penduduk Miskin di Bali relatif jauh lebih rendah. Secara nasional persentase Penduduk Miskin sebesar 9,57 persen. Kemudian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada bulan Agustus 2022 tercatat sebesar 4,80 persen, atau menurun dibandingkan 2021 tercatat sebesar 5,37 persen,” urainya. (rd/fbk)






