Bakom RI: 1.416 Jembatan Garuda Rampung, Buka Akses Desa-Sekolah-Faskes
M-Radar News, Jakarta – Sebanyak 1.416 titik jembatan dalam program Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga 28 Juli 2026. Pembangunan tersebut menghubungkan sekitar 7.371 desa dan kelurahan di berbagai wilayah Indonesia, membuka akses dasar bagi masyarakat di daerah terpencil, terisolasi, dan terdampak bencana.
Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Kurnia Ramadhana menyatakan bahwa program ini merupakan upaya percepatan penyediaan akses dasar, dengan fokus utama membuka konektivitas yang selama ini menghambat mobilitas, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi.
Capaian dan Jenis Jembatan
Jumlah tersebut merupakan bagian dari target pembangunan 2.838 titik jembatan di 38 provinsi. Capaian saat ini telah mencapai 49,9 persen, sementara 1.422 titik (50,1 persen) masih dalam proses pengerjaan. Berdasarkan data Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat per 28 Juli 2026, jembatan yang telah dibangun terdiri dari:
- 80 jembatan Bailey
- 524 jembatan Angko
- 459 jembatan beton
- 353 jembatan perintis
Dampak Terhadap Mobilitas
Kurnia mengatakan bahwa rata-rata waktu tempuh warga di titik-titik yang telah tersambung jembatan berkurang sekitar 45 hingga 50 menit. Selain memangkas waktu perjalanan, keberadaan Jembatan Garuda juga memperluas akses terhadap berbagai fasilitas publik dan ekonomi, yaitu:
- 8.505 sekolah
- 4.250 fasilitas kesehatan
- 4.360 fasilitas ekonomi seperti pasar
Manfaat di Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Di sektor pendidikan, jembatan memungkinkan anak-anak di daerah terpencil tidak lagi harus menyeberangi sungai atau menggunakan jalur penyeberangan berisiko. “Anak-anak sekolah tidak lagi harus menyeberangi sungai atau menggunakan penyeberangan yang tidak aman sehingga risiko kecelakaan berkurang signifikan dan mobilitas guru maupun siswa menjadi lebih lancar sepanjang tahun, termasuk pada musim hujan,” ujar Kurnia. Akses terhadap layanan kesehatan juga lebih mudah, karena ambulans dapat masuk hingga ke desa, mempercepat waktu respons kegawatdaruratan, evakuasi, dan rujukan pasien.
Manfaat Ekonomi
Kurnia menambahkan bahwa biaya logistik hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan turun sekitar 30 hingga 50 persen setelah akses jembatan tersedia. “Waktu distribusi hasil panen menjadi lebih singkat sehingga kualitas komoditas lebih terjaga dan pendapatan petani meningkat,” jelasnya.
Testimoni Masyarakat
Kurnia mencontohkan manfaat pembangunan jembatan gantung sepanjang 36 meter yang menghubungkan Desa Harumandala, Pangandaran, Jawa Barat, dengan Desa Sindangasih di Tasikmalaya. Seorang petani bernama Nuriyadi mengungkapkan bahwa sebelum jembatan dibangun, akses menuju kebun sangat sulit, dan warga tidak dapat mencapai sawah saat musim banjir. Kini petani dapat mengangkut hasil panen dengan lebih mudah dan dalam volume lebih banyak.
Manfaat serupa dirasakan warga Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Siti Rohmah, guru SDN 2 Sirnajaya yang telah mengabdi selama 18 tahun, sebelumnya membutuhkan waktu hampir satu jam untuk menuju sekolah. Kini waktu tempuh berkurang menjadi sekitar 20 menit. Kehadiran siswa juga meningkat. Ayu Mila Karmila, siswi kelas 5 SDN 2 Sirnajaya, yang sebelumnya sering tidak masuk sekolah saat hujan deras, kini mengaku tidak pernah lagi bolos sekolah.
Mekanisme Pemeliharaan
Pemerintah juga menyiapkan mekanisme pemeliharaan dan pelaporan apabila jembatan mengalami kerusakan. Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui kepala desa, lurah, Babinsa, atau perangkat desa setempat. Laporan diverifikasi dan diteruskan secara berjenjang untuk ditindaklanjuti. Untuk kerusakan berat atau kondisi darurat, laporan akan mendapatkan penanganan lebih cepat.
Kurnia menegaskan bahwa program Jembatan Garuda menjadi bagian dari sinergi TNI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dasar. “Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah dalam upaya mempercepat pemerataan akses dasar hingga ke wilayah terpencil di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












