Groundbreaking Penataan PPN Pengambengan Jembrana Dijadwalkan Akhir September 2026

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan kementerian terkait Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Foto: istimewa

M-Radar News, Jembrana – Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kabupaten Jembrana, segera memasuki tahap pembangunan fisik. Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dijadwalkan menjalani groundbreaking pada 29 September 2026.

Pengembangan PPN Pengambengan, merupakan bagian dari rencana penataan kawasan perikanan yang telah digagas sejak 2018–2019, termasuk rencana pemindahan aktivitas kapal ikan dari Pelabuhan Benoa ke Jembrana.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan kementerian terkait hingga rencana tersebut akhirnya memasuki tahap konstruksi.

“Terima kasih kepada semua pihak, pemerintah pusat, kementerian, dan semuanya yang terlibat langsung, sehingga pelaksanaan kegiatan ini berada pada titik ini. Jadi, ini memang diskusi yang cukup panjang sejak 2018-2019 saat penataan Benoa selesai, maka kapal ikan yang ada di Benoa akan pindah ke Jembrana,” kata Kembang dikutib, Jumat (11/9/2026).

Dalam pelaksanaan proyek, Kembang meminta persoalan sedimentasi di kawasan pelabuhan menjadi perhatian sejak awal. Ia mengusulkan, pengerukan mulut kolam labuh dermaga dilakukan pada tahap awal pembangunan.

Menurutnya, pendangkalan akibat sedimentasi selama ini menyulitkan kapal nelayan untuk keluar maupun masuk ke kawasan pelabuhan. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu keluhan yang diterima dari masyarakat pesisir.

“Saya sarankan tadi di awal pengerjaan proyek itu awali dulu dengan pengerukan mulut kolam labuh. Ada pendangkalan, sedimentasi, supaya itu dikeruk sehingga kapal-kapal yang selama ini sulit masuk bisa masuk,” ujar Kembang.

Selain persoalan sedimentasi, Pemkab Jembrana juga meminta agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Salah satunya berkaitan dengan potensi banjir di kawasan permukiman sekitar pelabuhan.

Kembang menyebut, tim pelaksana telah menyiapkan skema teknis pengelolaan aliran air. Ia juga meminta agar proyek tersebut melibatkan masyarakat, dan pelaku usaha lokal sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

“Manfaatkan potensi lokal, ada tenaga kerja lokal, termasuk supplier lokal yang memang memenuhi kriteria supaya potensi ini juga bisa tertampung. Sehingga mereka merasakan dampaknya dari awal, merasa memiliki. Termasuk juga jangan sampai proyek ini meninggalkan masalah,” tegasnya.

Kembang menilai, keberadaan PPN Pengambengan memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian Jembrana. Menurutnya, manfaat proyek tidak hanya diukur dari potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga dari efek berganda yang muncul setelah kawasan pelabuhan berkembang.

“Potensi PAD bagi kami penting, tetapi yang paling penting bagaimana dampak ekonomi, multiplier effect terhadap keberadaan proyek ini. Akan banyak sekali terbangun pabrik, membutuhkan tenaga kerja, dan banyak orang datang. Tentu kita melihat potensi itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala PPN Pengambengan Kartono memastikan tahapan administrasi proyek telah rampung. Kontrak pekerjaan konstruksi juga telah ditandatangani di Jakarta, pada 7 Agustus 2026 lalu.

“Kegiatan groundbreaking akan dilaksanakan sebagai tanda dimulainya konstruksi fisik ini pada 29 September 2026. Kontrak untuk pelaksanaan proyek ini telah selesai ditandatangani di Jakarta pada tanggal 7 Agustus 2026 dengan CRBC dan Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana pekerjaan konstruksi,” jelas Kartono.

Kartono menjelaskan, PPN Pengambengan ditetapkan sebagai salah satu PSN melalui program Integrative Fishing Port and International Fish Market (FIS-1). Proyek tersebut memperoleh dukungan pembiayaan luar negeri melalui Islamic Development Bank (IsDB).

Pengambengan dipilih, karena dinilai memiliki posisi strategis serta didukung potensi sumber daya ikan yang besar. Pengembangan kawasan tersebut diarahkan menjadi pusat aktivitas perikanan tangkap yang modern, efisien, dan terintegrasi dengan rantai pasok sektor perikanan.

Dengan dimulainya pembangunan fisik, PPN Pengambengan diharapkan mampu memperkuat sektor perikanan tangkap sekaligus membuka peluang investasi, lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Jembrana.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup