Jelang HUT RI ke-81, Hutama Karya Percepat Penanganan Longsor di Aceh dan Sumatera Utara
M-Radar News – PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat penanganan tanggap darurat akibat terjadinya bencana longsor di sejumlah ruas jalan nasional di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Upaya ini dilakukan untuk memulihkan konektivitas masyarakat sekaligus memastikan akses transportasi kembali normal menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani menegaskan, percepatan proyek merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan daerah terdampak bencana melalui pembangunan infrastruktur yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
“Proyek-proyek tersebut diharapkan tidak hanya memulihkan akses transportasi masyarakat, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi logistik, serta memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana,” kata Hamdani, Sabtu (18/7/2026).
Di Aceh, Hutama Karya menangani tiga paket pekerjaan tanggap darurat. Pada ruas PPK 3.3 Aceh, progres pekerjaan hingga Juni 2026 telah mencapai 30,46 persen.
Penanganan dilakukan di 26 titik longsor dan dua jembatan. Sejumlah titik prioritas telah kembali difungsikan, sedangkan sisanya ditargetkan rampung dan dapat dilalui masyarakat pada 17 Agustus 2026.
Selanjutnya, pada ruas PPK 3.4 Batas Gayo Lues-Blangkejeren, progres pekerjaan mencapai 22,41 persen. Penanganan mencakup 23 titik di ruas Aceh Tengah-Blangkejeren dan Blangkejeren-Aceh Tenggara. Titik prioritas, seperti Palok dan Ramung, ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Sementara itu, progres penanganan di ruas PPK 3.5 Batas Gayo Lues-Aceh Tenggara-Kota Kutacane telah mencapai 43 persen hingga pekan kedua Juli 2026.
Pekerjaan dilakukan di enam titik, terdiri atas dua jembatan dan empat titik longsor, termasuk Jembatan Lawe Mengkudu yang ditargetkan dapat difungsikan pada Agustus mendatang.
Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembangunan dinding penahan tanah, box culvert, pemasangan buis beton, bored pile, pembangunan jembatan rangka baja, hingga perlindungan lereng sebagai langkah mitigasi untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur.
Selain di Aceh, Hutama Karya juga mempercepat penanganan tanggap darurat di Koridor Tarutung-Sibolga, Sumatera Utara. Hingga 10 Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 24,26 persen. Pekerjaan difokuskan pada pembangunan bored pile, pembesian, dan pengecoran dinding penahan tanah di sejumlah titik prioritas.
Dengan percepatan tersebut, Hutama Karya berharap akses transportasi masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya sehingga mobilitas warga, distribusi logistik, dan aktivitas perekonomian di wilayah terdampak dapat kembali berjalan lancar.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











