Kemendikdasmen Salurkan Santunan dan Bantuan Rp1,365 Miliar untuk Korban Gempa di NTT

Kemendikdasmen Salurkan Santunan dan Bantuan Rp1,365 Miliar untuk Korban Gempa di NTT

M-Radar News, Nusa Tenggara Timur – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan santunan dan bantuan senilai total Rp1,365 miliar kepada guru, murid, dan sekolah terdampak gempa bumi di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meringankan beban korban dan memulihkan sektor pendidikan pascagempa yang mengguncang wilayah tersebut.

Santunan secara khusus diberikan kepada guru dan murid yang menjadi korban gempa. Total santunan sebesar Rp305 juta diberikan, dengan rincian santunan Rp25 juta untuk satu guru meninggal dunia, Rp10 juta untuk guru yang luka-luka, dan Santunan Rp5 juta untuk masing-masing tiga murid yang meninggal dunia serta Rp10 juta untuk murid yang mengalami luka-luka. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan bahwa bantuan ini bertujuan mendukung keluarga korban dan membantu meringankan beban mereka yang terdampak.

Selain santunan, Kemendikdasmen juga mengalokasikan bantuan awal sebesar Rp860 juta untuk 61 sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa. Bantuan ini mencakup dukungan logistik berupa 9.400 buku nonteks, 495 paket perlengkapan sekolah (school kit), 30 paket keluarga (family kit), 1.000 kaos, serta 1.650 paket makanan. Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sekolah-sekolah terdampak akan menjadi prioritas dalam program revitalisasi satuan pendidikan yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026.

Proses revitalisasi akan dimulai setelah pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan sekolah selesai dilakukan. Kemendikdasmen selanjutnya akan menyiapkan dokumen kerja sama sebagai landasan pelaksanaan pembangunan kembali fasilitas sekolah yang rusak. Pendanaan untuk program revitalisasi akan berasal dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahap kedua, yang akan segera masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan disalurkan ke sekolah terkait.

Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menginformasikan bahwa bantuan tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp200 miliar telah ditransfer pada 24 Agustus 2026. Dana ini dialokasikan untuk memperkuat penanganan bencana di Provinsi NTT, dengan distribusi Rp40 miliar untuk Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi NTT dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan pemerintah kabupaten terdampak, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari respon cepat pemerintah pusat dalam menangani dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Pemerintah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp5 triliun yang selalu siaga dalam APBN untuk kebutuhan darurat bencana, serta Dana Siap Pakai (DSP) BNPB sebesar Rp500 miliar yang dapat digunakan segera untuk kebutuhan mendesak di lapangan.

Pemerintah pusat bersama BNPB juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa makanan, tenda, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya dengan total sekitar 890 ton bantuan yang telah masuk ke gudang logistik nasional dan didistribusikan ke daerah terdampak melalui pos-pos logistik di Labuan Bajo dan Maumere.

Dalam kunjungannya ke SD Inpres Ngelapadhi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti berinteraksi langsung dengan para guru dan murid, memberikan dukungan moral serta apresiasi atas keteguhan para guru yang tetap melaksanakan tugas di tengah situasi pascagempa. Para murid menyambut kedatangan Mendikdasmen dengan lagu “Rukun Sama Teman” yang juga dinyanyikan bersama.

Bantuan dan intervensi pemerintah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat dan sektor pendidikan di NTT yang terdampak gempa, sekaligus memberikan harapan baru bagi guru, murid, dan warga setempat untuk bangkit kembali setelah bencana.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup