Pemkab Pati Pastikan Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG Ditanggung

Pemkab Pati menerima apresiasi sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif dalam rangkaian Perayaan HUT ke-15 KompasTV yang diserahkan Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa kepada Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (9/9/2026). Foto: dok/hum

M-Radar News, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan dalam dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong mendapatkan penanganan medis.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, dirinya langsung memantau penanganan setelah menerima laporan kejadian tersebut, meski saat itu sedang berada di Jakarta.

“Tadi saya juga video call para korban dan memastikan kondisi terkini mereka serta menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab,” kata Chandra dalam keterangan resminya yang diterima redaksi, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, Pemkab Pati juga memastikan kondisi para korban terus dipantau. Penanganan dilakukan melalui koordinasi Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, pihak sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” ujarnya.

Chandra menyebut, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tidak terduga. Hal itu dimungkinkan karena kasus tersebut berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pemkab Pati juga masih melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Di saat bersamaan, pemerintah daerah mengawal proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegasnya.

Berdasarkan laporan terbaru hingga Kamis dini hari, sekitar 45 anak dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati masih menjalani rawat inap di RSUD RAA Soewondo Pati dan Rumah Sakit Mitra Bangsa.

Pemkab Pati, lanjut Chandra, juga terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, tenaga medis, serta pihak rumah sakit. Tenaga kesehatan bahkan diterjunkan untuk mendatangi rumah siswa yang masih mengalami keluhan.

“Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi,” tuturnya.

Chandra juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa dan masyarakat Kabupaten Pati atas kejadian tersebut.

“Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid dan kepada masyarakat Kabupaten Pati. Kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pati,” katanya.

Pati Raih Apresiasi Inovasi Ekonomi Kreatif

Di sisi lain, Pemkab Pati menerima apresiasi sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif dalam rangkaian Perayaan HUT ke-15 KompasTV.

Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa kepada Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Chandra mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya pemerintah daerah bersama masyarakat dalam mendorong inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif.

“Kami mendapatkan apresiasi dari KompasTV sebagai daerah inovatif dan ekonomi kreatif. Sekali lagi terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Pati, penghargaan ini adalah penghargaan untuk kita semua untuk menuju Kabupaten Pati yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Upaya penguatan ekonomi kreatif di Pati salah satunya diwujudkan melalui pembentukan Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati untuk periode 2026–2030.

Pembentukan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 500.13/1036 Tahun 2026 pada 2 April 2026 dan kemudian disempurnakan melalui Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 500.13/1896 Tahun 2026 pada 2 Juli 2026.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati Acep Iqbal Syamsul Bilad mengatakan, apresiasi tersebut diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah.

“Apresiasi ini kami harapkan tidak berhenti sebagai penghargaan, tetapi menjadi bentuk pengakuan bahwa upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Pati mulai mendapat perhatian di tingkat nasional,” kata Iqbal.

Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif di Pati adalah Pekan Kreasi Pati dan Jateng Creative Fest yang digelar di Alun-Alun Pati pada 31 Juli hingga 5 Agustus 2026.

Kegiatan selama enam hari tersebut menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, pameran ekonomi kreatif dan UMKM, festival kuliner khas, produk kreatif dari berbagai daerah, serta aktivasi komunitas dan kolaborasi kreatif.

“Ekonomi kreatif di Kabupaten Pati harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah, bukan sekadar kegiatan pendukung,” ujar Iqbal.

Ia mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif ke depan perlu diperkuat melalui kebijakan dan regulasi, pengembangan talenta, akses pembiayaan dan pasar, digitalisasi ekosistem, serta penyediaan ruang dan kegiatan kreatif.

“Harapannya Pati bukan hanya daerah yang memiliki banyak potensi, tetapi menjadi daerah yang mampu mengubah potensi lokal menjadi nilai ekonomi, membuka peluang kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memiliki daya saing,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup