Pemkot Jakut Bersama Baznas Salurkan Bantuan Pemutihan 683 Ijazah

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat secara simbolis menyerahkan bantuan pemutihan ijazah di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (29/10/2026). Foto: dok/bj/ist.

M-Radar News, Jakut – Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut), berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis Jakut menyalurkan bantuan pemutihan ijazah tahap II kepada 683 warga. Program ini untuk membantu para lulusan sekolah yang ijazahnya sempat tertahan akibat kendala biaya.

Wali Kota Jakut, Hendra Hidayat menegaskan pentingnya dokumen ijazah sebagai jembatan bagi generasi muda untuk meraih peluang pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja.

Baca juga:

“Ijazah ini menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun mencari pekerjaan demi meningkatkan kesejahteraan,” ujar Hendra saat menyerahkan bantuan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (29/10/2026).

Hendra berharap, kolaborasi ini berlanjut secara konsisten agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak warga. Ia juga berpesan kepada para orang tua untuk terus memberikan pendampingan dan memotivasi anak-anak mereka agar tetap semangat belajar.

Rincian Penerima Bantuan dan Anggaran

Plt Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Ali Mukodas menjelaskan, bahwa penyerahan bantuan di Jakarta Utara ini merupakan bagian dari program pemutihan ijazah tahap II tingkat Provinsi DKI Jakarta yang menargetkan penebusan total 2.810 ijazah.

Khusus untuk wilayah Jakarta Utara, bantuan disalurkan kepada 683 penerima manfaat lintas jenjang, mulai dari SD hingga SMK.

* Suku Dinas Pendidikan Wilayah I: 119 lulusan (alokasi dana Rp242,98 juta)

* Suku Dinas Pendidikan Wilayah II: 564 lulusan (alokasi dana Rp930,56 juta)

* Total Anggaran Baznas Bazis Jakut: Rp1,17 miliar

Baca juga:

Untuk menjaga ketepatan sasaran, Sudin Pendidikan Jakarta Utara terus melakukan pembaruan dan validasi data ijazah tertahan secara berkala.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran. Semoga ini membuka kesempatan bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan maupun memperoleh pekerjaan,” ungkap Ali.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Intan Mayundaya (19), lulusan SMK Wiyata Mandala Bakti. Ia mengaku lega dan bersyukur akhirnya bisa memegang ijazah aslinya setelah sekian lama berjuang melamar pekerjaan hanya berbekal Surat Keterangan Lulus (SKL).

“Sebelumnya saya hanya mengandalkan SKL saat melamar kerja. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini. Sekarang saya bisa lebih percaya diri untuk mencari kerja,” ujar Intan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup