DORA Permudah Donor Darah Darurat, Inovasi Buleleng Raih Penghargaan

DORA Permudah Donor Darah Darurat, Inovasi Buleleng Raih Penghargaan

M-Radar News, Bali – Kebutuhan donor darah darurat mendorong lahirnya DORA (Donor Darah Darurat), sebuah inovasi digital karya putra daerah Buleleng. Aplikasi berbasis web ini dirancang untuk mempercepat pencarian relawan donor. Pendiri DORA, AIPTU Gede Surik Siawan, menerima penghargaan dari Kapolres Buleleng pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (1/7/2026).

DORA dikembangkan menggunakan platform Letoris. Aplikasi ini tidak mengambil alih peran Unit Transfusi Darah (UTD) maupun Palang Merah Indonesia (PMI). Fungsinya menghubungkan masyarakat yang membutuhkan donor darah darurat dengan komunitas relawan yang bersedia membantu. Seluruh proses donor tetap dilaksanakan sesuai prosedur medis di UTD PMI Buleleng.

Pendiri DORA, AIPTU Gede Surik Siawan mengatakan, ide pengembangan aplikasi tersebut muncul setelah melihat banyak keluarga pasien kesulitan memperoleh pendonor saat kondisi darurat. Menurutnya, permintaan donor darah masih sering disebarkan melalui media sosial atau grup percakapan

“Dari situ muncul gagasan bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan yang mempertemukan mereka yang membutuhkan dengan orang-orang yang ingin membantu,” ujar Gede Surik.

Saat ini DORA masih dalam tahap pilot project dan baru beroperasi di Kabupaten Buleleng. Dua komunitas telah bergabung sebagai relawan, yaitu Polres Buleleng dan Kita Pasti Bisa. Surik menegaskan seluruh anggota bersifat sukarela karena donor darah memiliki persyaratan kesehatan.

“Kami membangun gerakan sosial yang murni sukarela. Tidak semua anggota komunitas menjadi pendonor karena donor darah memiliki persyaratan kesehatan dan juga membutuhkan kesiapan masing-masing,” katanya.

Gede Surik juga mengisahkan pengalaman ketika menerima permohonan donor darah dari keluarga pasien asal luar Buleleng yang dirawat di Rumah Sakit Sanglah. Permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena jaringan relawan DORA masih terbatas di Buleleng. Pengalaman itu menjadi dorongan untuk memperluas jangkauan layanan ke daerah lain.

“Kami sangat ingin membantu, tetapi jaringan relawan kami saat ini memang masih sangat terbatas dan baru ada di Kabupaten Buleleng. Pengalaman itu menjadi motivasi agar suatu saat DORA dapat menjangkau kabupaten lain sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa terbantu,” ucapnya.

Sejak mulai diperkenalkan pada akhir Desember 2025 hingga awal Juli 2026, DORA telah menerima 61 permohonan donor darah. Sebanyak 40 kantong darah berhasil dipenuhi atau sekitar 65,6 persen. Sedangkan 21 permohonan lainnya belum dapat dipenuhi karena keterbatasan jumlah relawan maupun faktor kecocokan donor. Data tersebut menunjukkan kebutuhan donor darah darurat di masyarakat masih cukup tinggi sekaligus menjadi tantangan untuk memperluas jaringan relawan.

Menurut Surik, keberhasilan gerakan kemanusiaan tidak hanya ditentukan oleh teknologi. Kekuatan utama justru pada sumber daya manusia yang bersedia meluangkan waktu membantu sesama. “Kalau saya boleh menilai, teknologi mungkin hanya berkontribusi sekitar 25 persen. Sisanya, sekitar 75 persen, sangat bergantung pada sumber daya manusianya, baik tim pengelola maupun para relawan donor darah.

Mereka adalah pahlawan yang sesungguhnya karena yang mereka sumbangkan bukan hanya darah, tetapi juga waktu, tenaga, bahkan biaya transportasi untuk datang mendonor. Semua dilakukan dengan tulus dan sukarela,” ujarnya.

Karena itu, penguatan komunitas relawan menjadi fokus utama pengembangan DORA ke depan. Surik berharap semakin banyak masyarakat yang bergabung sehingga peluang memenuhi kebutuhan donor darah darurat semakin besar.

“Harapan kami sederhana, DORA dapat membantu lebih banyak orang, tidak hanya di Buleleng tetapi juga di kabupaten lain. Saya yakin masih banyak orang baik di sekitar kita yang ingin membantu, hanya saja mereka belum menemukan jembatan yang mempertemukan dengan orang yang membutuhkan. DORA berupaya menjadi jembatan kemanusiaan itu,” katanya.

Atas inovasi tersebut, pendiri DORA yang juga menjabat sebagai PS. Kasubsi Penmas Humas Polres Buleleng, AIPTU Gede Surik Siawan, menerima penghargaan dari Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi di bidang sosial kemanusiaan yang membantu menjawab kebutuhan donor darah darurat di Kabupaten Buleleng. Ke depan, pengembangan jaringan relawan diharapkan mampu memperluas manfaat DORA sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh bantuan donor darah secara cepat saat dibutuhkan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup