F1 Hungarian GP: Red Bull Tunjuk Pengganti Marko, Hamilton Kena Penalti Kontroversial

F1 Hungarian GP: Red Bull Tunjuk Pengganti Marko, Hamilton Kena Penalti Kontroversial

M-Radar News, Hungarian Grand Prix akhir pekan lalu menyajikan drama, termasuk penunjukan Gwen Lagrue sebagai kepala program junior Red Bull dan penalti kontroversial Lewis Hamilton. Lando Norris dari McLaren berhasil memenangi balapan yang digelar di Sirkuit Hungaroring, Minggu (27/7/2026).

Red Bull secara resmi menunjuk Gwen Lagrue sebagai Direktur Program Junior Red Bull. Lagrue sebelumnya menjabat sebagai kepala program junior Mercedes sejak 2016. Ia akan melapor langsung kepada CEO dan Team Principal Red Bull, Laurent Mekies.

Mekies mengatakan Lagrue adalah salah satu pengembang bakat terbaik di F1. “Saya tahu langsung keahlian, kepemimpinan, dan semangat yang ia bawa dalam mengembangkan pembalap muda,” ujar Mekies dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan program junior Red Bull akan terus menjadi fondasi kesuksesan tim.

Mekies juga memberikan penghormatan kepada Helmut Marko yang telah 20 tahun memimpin program junior Red Bull. “Program junior menjadi tolok ukur di F1 karena visi, komitmen, dan kemampuannya mengidentifikasi serta mengembangkan talenta luar biasa,” kata Mekies.

Sementara itu, Mekies memberikan update perkembangan mobil RB22. Ia mengonfirmasi bahwa Red Bull akan mengalihkan fokus pengembangan ke musim 2027 lebih awal dari tahun lalu. “Kami harus memutuskan keseimbangan antara tahun ini dan tahun depan. Saya perkirakan keputusan itu akan datang lebih awal dari tahun lalu,” kata Mekies.

Meski Max Verstappen belum puas dengan performa RB22, Mekies mengatakan tim telah membawa banyak pengembangan. Namun ia mengakui sulit mempertahankan ritme tersebut. “Kami masih perlu menutup selisih tiga persepuluh detik,” ungkapnya tanpa memberi kepastian kapan paket upgrade berikutnya akan datang.

Di sisi lain, Lewis Hamilton mendapat penalti lima detik karena melaju 80,1 km/jam di pit lane yang batasnya 80 km/jam. Penalti itu membuatnya turun ke posisi kelima di belakang rekan setim Charles Leclerc. Kepala tim Ferrari Fred Vasseur menyebut eksekusi tim sangat buruk. “Kami melakukan terlalu banyak kesalahan hari ini,” sesalnya.

Analis Sky Sports Anthony Davidson mengaku bingung dengan penalti tersebut. “Saya sudah melihatnya berkali-kali dan tidak mengerti kenapa dia kena penalti. Bagiku dia memperlambat dengan cukup baik,” kata Davidson. Ia menunjukkan bahwa Hamilton sudah menekan tombol limiter pada saat tepat.

Selain itu, legenda MotoGP Casey Stoner mengkritik regulasi F1 2026 dalam wawancara di grid. Stoner menyebut regulasi terlalu rumit secara elektronik. Namun ia sempat terpotong saat Martin Brundle mengalihkan pembicaraan. Stoner bukan satu-satunya yang kecewa; banyak pembalap mengeluhkan masalah energi pada balapan sebelumnya di Belgia.

Hasil Hungarian GP membuat Kimi Antonelli tetap memuncaki klasemen dengan 219 poin. Hamilton terpaut 50 poin di posisi kedua. Norris naik ke posisi kelima dengan 128 poin, sementara Verstappen masih keenam dengan 109 poin.

Balapan selanjutnya adalah Dutch Grand Prix pada 21-23 Agustus 2026.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup