Adaptasi Era Digital, Penyuluh KUA Tuhemberua Kini Dibekali Teknologi AI

Adaptasi Era Digital, Penyuluh KUA Tuhemberua Kini Dibekali Teknologi AI

M-Radar News, Gunungsitoli – Kantor Urusan Agama (KUA) Tuhemberua terus beradaptasi di era digital dengan membekali penyuluh agama teknologi kecerdasan buatan (AI). Salah satu langkahnya adalah mengikutsertakan Penyuluh Agama Kristen KUA Tuhemberua, Marihot P. Sirait, S.Th., dalam Coaching Clinic Pintar Batch 1 bertema “Menyusun Bahan Penyuluhan Agama dengan AI” yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis 9 Juli 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi penyuluh dalam memanfaatkan AI untuk menyusun materi penyuluhan yang lebih kreatif, efektif, sistematis, dan mudah dipahami masyarakat.

Pelatihan menghadirkan narasumber Dr. Nasrulloh, S.Ag., M.Hum., Widyaiswara Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI. Ia memaparkan strategi pemanfaatan AI secara bijak dalam mendukung tugas penyuluhan.

Peserta diperkenalkan teknik menyusun prompt yang tepat, menghasilkan materi penyuluhan terstruktur, hingga menyunting hasil AI agar sesuai dengan nilai-nilai keagamaan, etika, dan kebutuhan masyarakat.

Dr. Nasrulloh menekankan bahwa AI bukan pengganti peran penyuluh agama, melainkan alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas penyusunan bahan penyuluhan.

Setiap materi yang dihasilkan tetap memerlukan verifikasi, penyempurnaan, serta sentuhan nilai-nilai keagamaan dari penyuluh agar informasi yang disampaikan akurat, relevan, dan bertanggung jawab.

Usai mengikuti kegiatan, Marihot P. Sirait menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan wawasan baru dalam memanfaatkan AI sebagai pendukung tugas penyuluhan.

Menurutnya, penggunaan AI dapat membantu mempercepat proses penyusunan materi tanpa mengurangi substansi dan kualitas pesan keagamaan yang akan disampaikan kepada masyarakat.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman tentang cara memanfaatkan AI secara tepat dalam menyusun bahan penyuluhan. Dengan teknologi ini, penyuluh dapat lebih fokus mengembangkan metode penyampaian yang menarik sehingga pesan-pesan keagamaan semakin mudah diterima oleh masyarakat,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam Coaching Clinic Pintar Batch 1 ini, KUA Kecamatan Tuhemberua berharap kompetensi digital para penyuluh agama terus meningkat sehingga mampu menghadirkan layanan penyuluhan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta semakin profesional dalam mendukung transformasi digital Kementerian Agama.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup