Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh Pelaksanaan SPMB di Bali
M-Radar News, Denpasar – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Bali tahun 2026 dinilai membawa sejumlah penyempurnaan, namun evaluasi menyeluruh tetap diperlukan untuk memastikan keadilan dan akses bagi seluruh calon peserta didik. Pengamat pendidikan Prof. Dr. Ir. Ar. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI, menyoroti sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.
Salah satu hal baru dalam SPMB tahun ini adalah penggunaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Menurut Prof. Rumawan, implementasi sistem tersebut perlu dievaluasi mulai dari proses pelaksanaan hingga capaian hasil peserta didik.
“Perlu ada evaluasi menyeluruh, baik dari sisi sistem pelaksanaannya maupun hasil yang diperoleh siswa. Kalau nanti diterapkan lagi tahun depan, tentu harus ada penyempurnaan apabila masih ditemukan kendala,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan TKA berbasis komputer juga harus menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, masih terdapat laporan mengenai kendala jaringan internet yang berpotensi memengaruhi konsentrasi maupun hasil ujian peserta.
“Kalau memang ada gangguan jaringan atau kendala teknis, itu harus menjadi bahan evaluasi. Jangan sampai kemampuan anak tidak tergambar secara utuh hanya karena persoalan teknis,” katanya.
Selain TKA, Prof. Rumawan juga menyoroti penerapan jalur domisili dalam SPMB yang dinilai masih memiliki kelebihan dan kekurangan. Menurutnya, sistem tersebut memang dapat mendekatkan peserta didik dengan sekolah, namun tetap harus disempurnakan agar tidak menimbulkan ketimpangan daya tampung maupun sekolah yang kekurangan peminat.
“Setiap kebijakan pasti ada kekurangannya. Karena itu evaluasi harus terus dilakukan agar sistem penerimaan murid baru semakin adil dan jangan sampai ada anak yang tidak memperoleh kesempatan bersekolah,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah terus menyempurnakan mekanisme SPMB dengan tetap mengedepankan prinsip pemerataan akses pendidikan. Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi kemiskinan dan ketertinggalan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










