Mahasiswa Unwar Bantu Perkuat Edukasi Pengelolaan Sampah di Tegalalang

Mahasiswa Unwar Bantu Perkuat Edukasi Pengelolaan Sampah di Tegalalang

M-Radar News, Gianyar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa (Unwar) diminta menjadi motor penggerak literasi lingkungan di tingkat akar rumput. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak sekadar membawa seruan formal, melainkan mampu memberikan edukasi konkret mengenai cara pengolahan sampah sejak dari sumber, termasuk menyasar institusi pendidikan anak usia dini.

Hal tersebut mengemuka dalam acara serah terima mahasiswa peserta KKN Unwar di Desa Tegalalang, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin 20 Juli 2026. Pihak pemerintah desa menaruh harapan besar agar pemikiran akademis di kampus dapat langsung diimplementasikan untuk menjawab persoalan riil masyarakat.

Selama ini, masyarakat kerap menerima berbagai seruan mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber. Namun, sosialisasi yang ada sering kali berhenti pada imbauan untuk memilah, tanpa disertai penjelasan dan pendampingan yang jelas mengenai hilirisasi atau produk akhir dari pengelolaan sampah tersebut. Kesenjangan informasi inilah yang diharapkan dapat dijembatani oleh para mahasiswa KKN.

Kepala Desa Tegalalang, Anak Agung Gde Raka Ardana, menyatakan bahwa pengelolaan sampah saat ini mengacu pada regulasi daerah yang mengamanatkan setiap desa untuk mengoptimalkan pengolahan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kendati demikian, tantangan terbesar berada pada aspek kultur dan pemahaman masyarakat.

“Memang berdasarkan surat edaran gubernur, masing-masing desa diminta mengolah sampah melalui TPS. Namun, yang tidak kalah penting adalah edukasi,” ujar Anak Agung Gde Raka Ardana saat menyambut mahasiswa KKN Unwar.

Raka Ardana secara khusus meminta mahasiswa KKN Unwar untuk turun langsung ke lembaga pendidikan di desa, utamanya ke sekolah dasar (SD). Menurutnya, penanaman literasi pengolahan sampah sejak usia dini menjadi kunci pembentukan karakter generasi masa depan yang peduli lingkungan.

“Silakan turun ke sekolah-sekolah terkait literasi pengolahan sampah ini. Kami dari pemerintah desa sangat terbuka dan siap membantu memfasilitasi seluruh kegiatan KKN di sini. Apa yang didapatkan di bangku kampus, mari kita wujudkan dan lakukan di tengah masyarakat. Mari turun bersama untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa Unwar ditantang untuk merumuskan metode edukasi yang aplikatif—mulai dari memilah sampah di rumah tangga, mengajarkan anak-anak sekolah dasar, hingga membantu memetakan rantai kelola sampah di TPS 3R milik desa agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Persoalan ini diakui langsung oleh Dr. I Nengah Muliarta, S.Si., M.Si., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Unwar yang juga akademisi dari Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Unwar. Menurutnya, pendekatan pengelolaan lingkungan selama ini cenderung terjebak pada tataran instruksi tanpa diikuti petunjuk teknis yang aplikatif bagi warga.

“Kita harus jujur mengakui bahwa selama ini masyarakat sering kali dihujani imbauan untuk mengelola sampah berbasis sumber. Namun sayang, imbauan tersebut kerap datang tanpa solusi konkret. Warga bingung setelah sampah dipilah, bahan organik itu mau diolah menjadi apa dan bagaimana caranya, termasuk metode pengomposan apa yang paling cocok diterapkan di rumah tangga,” ucap Muliarta, yang juga dikenal sebagai pakar dan inovator pengolahan limbah organik.

Muliarta berharap kehadiran program KKN ini mampu melahirkan kolaborasi sinergis antara pemerintah desa, warga, dan civitas akademika untuk mengurai benang kusut tersebut. Tujuan utamanya adalah merumuskan solusi pengelolaan sampah yang bersifat praktis dan adaptif, sehingga mudah diterima dan dijalankan sesuai dengan karakteristik kebiasaan masyarakat setempat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup