Cerita Yanti Melihat Ibu Tertimpa Tembok saat Gempa NTT
M-Radar News, Manggarai, NTT – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi (15/8) meninggalkan cerita memilukan bagi warga terdampak. Salah satunya adalah Yanti, yang harus menyaksikan ibunya, Umi, tertimpa tembok rumah saat gempa terjadi.
Gempa berlangsung sekitar pukul 06.00 WITA. Saat itu, Umi sedang berada di dalam rumah bersama anak-anaknya, sementara Yanti sedang menyapu di luar. Guncangan tiba-tiba membuat puing-puing tembok rumah yang terbuat dari batako runtuh dan menimpa bagian pinggang Umi saat ia hendak bangun dari tempat tidur.
“Mama lagi tidur bersama anak-anak yang belum bangun. Saat puing-puing jatuh, kami berteriak ‘Allahu Akbar’ dari luar rumah. Namun, tembok dinding rumah jatuh tepat mengenai pinggang Mama di tempat tidurnya,” ujar Yanti saat ditemui di pengungsian Mata Air Barang Kolong, Reo, Manggarai, Minggu (16/8).
Kerusakan rumah sangat parah, hampir seluruh bagian bangunan hancur akibat guncangan hebat tersebut. Tiga orang, termasuk anak-anak, berada di dalam rumah saat kejadian. Beruntung, anak-anak selamat meskipun salah satu sempat tertimpa material bangunan dan mengalami luka ringan di pelipis dan telinga yang telah mendapatkan perawatan medis.
Umi, yang menjadi korban utama, juga menunjukkan lebam di bagian pinggang akibat tertimpa tembok. Meski menahan rasa sakit, ia dan keluarganya bersyukur masih dalam kondisi selamat.
Gempa susulan terus terjadi di wilayah NTT sejak gempa utama pada Sabtu (15/8). Data dari Plt Kapusdatin Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mencatat 1.576 kali gempa susulan hingga Senin (17/8). BNPB juga melaporkan jumlah korban meninggal mencapai 68 orang dan korban luka sebanyak 213 orang.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahayanya bencana alam dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi gempa bumi, terutama di daerah rawan seperti NTT.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












