Kapal Tunda Tenggelam di Busan, Korsel, 1 WNI Selamat & 1 Masih Hilang

Kapal Tunda Tenggelam di Busan, Korsel, 1 WNI Selamat & 1 Masih Hilang

M-Radar News, Busan – Sebuah kapal tunda bernama TNS Catcher tenggelam di perairan Busan, Korea Selatan, pada Rabu (29/9). Dari delapan awak kapal, termasuk dua warga negara Indonesia (WNI), satu WNI berhasil diselamatkan sementara satu lainnya masih dalam pencarian bersama lima awak lainnya.

Fakta Utama Kejadian

Kapal TNS Catcher yang memiliki bobot 286 ton terbalik sekitar pukul 13.29 waktu setempat (11.29 WIB), sekitar 9 kilometer sebelah tenggara Oryukdo, Busan. Kapal ini berangkat dari dermaga kapal pemerintah di Pelabuhan Busan sekitar pukul 10.15 untuk menarik sebuah kapal niaga yang sebelumnya mengalami kecelakaan.

Dari delapan awak kapal, enam merupakan warga Korea Selatan dan dua lainnya adalah WNI. Satu WNI berusia 53 tahun berhasil diselamatkan oleh kapal niaga di sekitar lokasi sekitar 20 menit setelah kapal terbalik. Kondisinya dilaporkan stabil dan tidak mengancam jiwa.

Operasi Pencarian dan Kondisi Terkini

Satu awak kapal berkewarganegaraan Korea Selatan ditemukan tidak sadarkan diri di dalam kapal yang terbalik. Ia dievakuasi oleh penjaga pantai dan dibawa ke rumah sakit, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, enam awak lainnya, termasuk satu WNI, masih hilang dan dalam pencarian intensif.

Penjaga Pantai Korea Selatan mengerahkan 13 kapal patroli dan penyelamat, pesawat, serta unit penyelamat khusus dalam operasi pencarian. Selain itu, Angkatan Laut Korea Selatan, kapal pemerintah, dan kapal sipil juga turut membantu upaya pencarian. Namun, kondisi laut yang menantang menjadi kendala, dengan gelombang mencapai 1-1,5 meter dan angin bertiup dari barat laut dengan kecepatan 4-6 meter per detik.

Kapal Tenggelam dan Respons Pemerintah

TNS Catcher tenggelam sepenuhnya sekitar pukul 15.27 waktu setempat, dua jam setelah terbalik, di perairan dengan kedalaman sekitar 87 meter. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, memerintahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Pemerintah Kota Busan juga menggelar rapat darurat dan mengaktifkan pusat penanggulangan bencana. Sebagai bagian dari respons, pemerintah setempat menyiapkan layanan penerjemah darurat untuk membantu warga negara asing yang terdampak kecelakaan tersebut.

Signifikansi dan Dampak

Kecelakaan kapal tunda ini menyoroti risiko keselamatan di perairan pelabuhan besar seperti Busan, yang merupakan pelabuhan tersibuk di Korea Selatan. Operasi pencarian yang sedang berlangsung menunjukkan upaya maksimal dari berbagai pihak untuk menyelamatkan awak kapal yang hilang dan memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup